PENTAS.TV -BANDUNG, Seiring dengan adanya agenda global yang berkaitan dengan kelestarian lingkungan, pemerintah pun mencanangkan program dekarbonisasi alias Net Zero Emissions (NZE) pada 2060.
Satu jurus yang digulirkan pemerintah demi tercapainya NZE 2060 yakni membangun ekosistem kendaraan elekttrifikasi.
Agar program tersebut lebih terakselerasi, banyak korporasi dan industri, khususnya sektor otomotif, secara kompak, beramai-ramai mendukungnya melalui cara serta strategi berbeda.
Dukungan itu pun ditunjukkan serta dibuktikan produsen otomotif raksasa asal Jepang, Toyota Motor Corporation.
Di Indonesia, melalui PT Toyota Astra Motor (TAM) Toyota Motor Corporation, sangat serius mengakselerasi terbentuknya ekosistem kendaraan listrik.
Selain merilis beberapa model kendaraan elekttrifikasi, baik berkonsep full Electric Vehicle (EV), Plug-In Hybrid Electric Vehicle (PHEV), Hybrid Electric Vehicle (HEV), maupun Battery Electric Vehicle (BEV), tetapi juga infrastruktur pendukungnya. Antara lain, membangun serta mengaktifkan fasilitas pengisian daya bagi kendaraan listrik alias Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).
Yang terbaru, PT TAM mengaktifkan Toyota Privilege Parking & Charging, fasilitas pengisian daya atau SPKLU, yang berlokasi di dalam area sebuah mal ternama Kota Bandung, Paskal 23, Jalan Pasir Kaliki Bandung.
“Ini (Toyota Privilege Parking & Charging keempat . Tiga lainnya kami aktifkan di wilayah DKI (Daerah Khusus Ibu Kota) Jakarta,. Yakni ASHTA Mall, Gandaria City Mall, dan Mall of Indonesia (MOI),” tandas Philardi Ogi, Public Relations PT TAM.
Pria berkaca mata tersebut menjelaskan, aktivasi Toyota Privilege Parking & Charging yang menerapkan sistem Ultra Fast Charging (UFC) 120.Kilo Watt (KW) ini untuk melayani dan mengakomodir kebutuhan pengisian daya para pemilik brand Toyota berkonsep elekttrifikasi, baik Full EV, HEV, PHEV, maupun BEV.
Pihaknya, ujar dia, memilih Kota Kembang, khususnya areal Paskal 23, sebagai titik keempat aktivasi Toyota Privilege Parking & Charging berdasarkan berbagai pertimbangan dan pengkajian.
Ogi, sapaan akrabnya, menuturkan, pihaknya menilai pasar kendaraan elekttrifikasi, khususnya, brand berlogo The Triple Elips, di kota berjuluk Parisj van Java ini menunjukkan perkembangan positif.
Pertimbangan lainnya, sambung Ogi, yakni adanya beberapa momen akbar, seperti Natal-Tahun Baru (Nataru) 2025-2026, Idul Fitri, dan lainnya.
Biasanya, kata dia, pada momen-momen istimewa tersebut, beragam kebutuhan masyarakat lebih banyak daripada kondisi normal.
“Prediksi kami, kebutuhan pengisian daya pada momen-momen spesial seperti Nataru 2025+2026 pun bertambah,” paparnya.
Ogi menyatakan, makna lain aktivasi Toyota Privilege Parking & Charging pun termasuk upaya jajarannya mengakselerasi terbentuknya ekosistem kendaraan listrik demi tercapainya NZE 2060.
Karenanya, tukas dia, aktivasi Toyota Privilege Parking & Charging tidak hanya berhenti di Kota Bandung. Tentu saja, tegas Ogi, pihaknya berencana menambah titik-titik aktivasi lainnya pada tahun-tahun mendatang.
“Kami tidak menetapkan berapa banyak penambahan fasilitas Toyota Privilege Parking. & Charging. Yang jelas, sebanyak-banyaknya,” urai dia.
Lokasi penambahan pun, sahutnya, belum pihaknya tentukan. Pasalnya, imbuh Ogi, pihaknya harus melakukan pengkajian dan pembahasan terlebih dahulu.
Soal teknis pemanfaatan Toyota Privilege Parking & Charging, Ogi menerangkan khususnya para pemilik kendaraan elekttrifikasi Toyota, , fasilitas infrastruktur tersebut bersifat gratis.
“Mangga, para pemilik model-model elektrifikasi Toyota bisa melakukan pengisian daya secara gratis di tempat ini,” tegasnya. (win/*)














