PENTAS.TV – BANDUNG, Beberapa waktu lalu, viral adanya sebuah insiden berupa dugaan tertinggalnya sebuah tumbler milik seorang penumpang,.
Kabarnya, sang petugas sudah mengamankan tumbler tersebut dan berusaha mengembalikan barang itu kepada sang pemilik melalui pengiriman .
Namun, rumornya, tumbler itu raib entah ke mana. Apesnya, konon, insiden ini berujung pada pemecatan petugas kereta tersebut.
Agar dugaan insiden tumbler itu tidak terulang, PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero) kembali mewanti-wanti dan menyampaikan pesan khusus kepada para penumpangnya agar seluruh perjalanan kereta tetap aman, nyaman, dan lancar.
“Perhatikan dan jaga properti masing-masing , baik saat berada di lingkungan stasiun keberangkatan atau kedatangan, maupun selama perjalanan,” tandas Kuswardoyo, Manager Hubungan Masyarakat (Humas) PT KAI (Persero) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung.
Kus, sapaan akrabnya, menegaskan, setiap barang bawaan atau properti merupakan tanggung jawab masing-masing penumpang.
Mantan Manager Humas PT KAI (Perser) Daop 3 Cirebon tersebut meneruskan imbauannya. Yakni, setiap pelanggan bisa memanfaatkan setiap fasilitas yang pihaknya sediakan untuk setiap properti penumpang.
Misalnya, ujar dia, rak bagasi dan tempat penyimpanan di atas tempat duduk. “Usahakan, tidak membawa barang atau properti berlebihan yang berpotensi mengganggu kenyamanan penumpang lain,” tuturnya.
Para penumpang, sahutnya, yang merasa kehilangan atau propertinya tertinggal, bisa memanfaatkan dan menginformasikannya melalui pelayanan Lost & Found.
Karena itu, Kus menyerukan, apabila menemukan atau mengetahui ada properti yang tertinggal atau hilang, seyogianya, penumpang segera menginformasikannya kepada jajarannya.
“Jika merasa tertinggal atau hilang saat di lingkungan stasiun, informasikan kepada petugas. Kalau dalam perjalanan, informasikan kepada kondektur,” urainya.
Bicara soal Lost & Found, Kus mengatakan, selama 10 bulan awal 2025, pihaknya mengamankan 2.805 item properti penumpang yang tertinggal yang terdiri atas beragam bentuk.
Antara lain, sebut Kus, makanan, tas, buku, pakaian, helm,, termasuk sejumlah barang berharga seperti telepon seluler (ponsel), laptop, uang tunai, dan sebagainya.
“Sebanyak 756 item kami kembalikan kepada pemiliknya. Lalu, ada 38 barang berupa makanan yang sudah tidak layak konsumsi, kami musnahkan,” urainya.
Selanjutnya, imbuh dia, sekitar 1.092 item barang pihaknya serahkan kepada panti sosial. Pasalnya, jelas mantan Manager Humas PT KAI (Persero) Daop 7 Madiun itu, sudah lama para pemilik barang-barang itu tidak mengambilnya.
Secara nominal, Kus menyatakan, estimasi nilai properti para penumpang yang tertinggal selama Januari-Oktober 2025 yakni Rp 1.488.126.287. (win/*)














