PENTAS.TV – BANDUNG, Berakhirnya periode 2025, meninggalkan banyak kisah dan peristiwa. Idealnya, periode itu pun menjadi bahan evaluasi banyak pihak.
Memasuki 2026, tentunya, berbagai harapan diapungkan oleh beragam kalangan. Sama halnya dengan Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog).
Korporasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor pangan ini pun mengapungkan harapan positif pada 2026, baik kinerja demi tercapainya tujuan mulia, yaitu swasembada pangan, maupun pelayanan serta pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat.
Karenanya, mengawali periode 2026, Masjid Al Balaq, yang berlokasi di Kompleks Perumahan Perum Bulog, jajaran korporasi Merah Putih memanjatkan doa bersama.
Dalam agenda yang juga diikuti anak-anak yatim itu, Ahmad Rizal Ramdhani, Direktur Utama Perum Bulog, mengatakan, melalui doa bersama ini, pihaknya berharap memperoleh kesehatan, keberkahan, dan keberlimpahan rezeki.
Acara ini juga mengusung misi sosial. Bentuknya, pemberian santunan kepada sejumlah anak yatim, sebagai bentuk tanggung jawab dan komitmen moral jajarannya kepada masyarakat.
Tidak itu saja, lanjut Ahmad Rizal Ramdhani, pihaknya juga berharap bisa menunaikan berbagai penugasan pemerintah secara lebih sempurna dan optimal sehingga lebih bermanfaat bagi masyarakat.
“Selain itu, doa bersama ini juga menjadi dasar dan motivasi untuk berbuat lebih baik bagi bangsa ini demi tercapainya tujuan utama, yakni stabilitas dan ketahanan sekaligus swasembada pangan nasional,” andas purnawirawan Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD) tersebut.
Ahmad Rizal Ramdhani mengakui bahwa 2025 bukanlah periode yang mudah. Banyak tantangan dan kendala yang pihaknya sikapi dan atasi.
Akan tetapi, lanjutnya, berkat kolaborasi, kebersamaan, kerja keras, keterbukaan, dan doa, pihaknya mampu melalui beragam rintangan tersebut.
Misalnya, kata dia, melalui penerapan berbagai cara dan strategi, pihaknya berhasil memenuhi target pemerintah berkenaan dengan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP).
berupa berlimpahnya stok yang saat ini, yang saat ini, volumenya melebihi 3,5 juta ton.
Misalnya, sebut dia, menerapkan skema “jemput gabah petani”. Hasilnya, kata dia, stok CBP berlimpah. Posisi stok CBP terkini, ungkap dia, yakni melebihi 3,5 juta ton.
Lalu, sahut dia, kebersamaan, kerja keras, keterbukaan, dan doa itu juga membuat pihaknya sanggup melakukan pengadaan serta penyerapan beras atau gabah kering setara beras yang juga masif.
“Program bantuan pangan juga bisa kami tunaikan. Termasuk, monitoring dan memastikan lancarnya distribusi stabilisasi harga pangan dan bantuan bagi masyarakat yang terdampak bencana,” sambungnya. (win/*)













