PENTAS.TV – BANDUNG, Fakta bahwa kereta, tidak hanya jarak jauh komersil, tetapi juga yang berskema Public Services Obligation (PSO) atau bersubsidi, semakin menasbihkan posisi dan perannya sebagai moda transportasi terfavorit dan pilihan utama masyarakat semakin kokoh.

Bukti terbaru, selama periode akhir tahun yang super sibuk, Natal-Tahun Baru Nataru 2025-2026, jutaan orang memilih dan memanfaatkan kereta PSO sebagai moda transportasi mereka.

Dalam pernyataannya, Anne Purba, Vice President Public Relations & Corporate Communication PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero), mengatakan, secara keseluruhan, selama Masa Angkutan Nataru 2025-2026, PT KAI (Persero) Group melayani sekitar 27 juta penumpang.

“Khusus kereta yang kami kelola, yakni kereta jarak jauh, baik komersial maupun PSO, dan lokal PSO, sebanyak 4.179.095 juta orang penumpang terlayani dan terakomodir selama Masa Angkutan Nataru 2025-2026,” tandas Anne Purba.

Pada periode Nataru 2024-2025, lanjut dia, pihaknya melayani dan mengakomodir kebutuhan transportasi bagi sebanyak 3.730.5584 orang penumpang.

Artinya, terang mantan Vice President Corporate Secretary PT KAI (Persero) Commuter Line Indonesia (KCI) ini, perbandingannya dengan Masa Angkutan Nataru 2024-2025, volume penumpang pada Nataru 2025-2026 lebih banyak 12,02 persen.

Sebanyak 3.392.439 orang di antara total penumpang kereta yang pihaknya kelola tersebut, berpredikat penumpang kereta jarak jauh.

“Sedangkan volume penumpang kereta lokal berjumlah 786.656 orang,” kata dia.

Bicara soal kereta PSO, Anne Purba menuturkan, pada periode akhir tahun 2025 tersebut sambungnya, pihaknya melayani sebanyak 1.103.379 orang penumpang.

Mayoritas penumpang kereta PSO, ungkapnya, adalah yang menggunakan kereta jarak jauh. Jumlahnya, sebut dia, sebanyak 676.149 orang.

Sisanya, tambah Anne Purba, yakni sebanyak 427.230 orang, merupakan penumpang kereta lokal PSO.

Anne Purba mengklaim bahwa kehadiran dan aktivasi kereta-kereta PSO tidak hanya turut memperlancar mobilitas masyarakat, tetapi juga menggeliatkan sejumlah sektor perekonomian,, di antaranya kepariwisataan.

Selain itu, jelasnya, aktivasi kereta-kereta PSO pun merupakan komitmen jajarannya untuk menyediakan fasilitas transportasi publik yang bertarif terjangkau oleh masyarakat. (win/*)