PENTAS.TV – BANDUNG, Banyak aspek dan elemen yang menjadi trigger cemerlangnya performa sebuah korporasi, khususnya, perbankan. Antara lain, kepercayaan publik, terutama kalangan investor.
Buktinya, memasuki periode 2026, kepercayaan publik dan para investor terhadap korporasi perbankan berlabel Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), PT Bank Pembangunan Daerah Jabar-Banten Tbk (Perseroda) alias bank bjb semakin kuat.
Efeknya luar biasa. Pada sesi penitipan perdagangan periode 15 Januari 2026, nilai saham perbankan berkode emiten BJBR tersebut melesat 5 persen atau menjadi Rp840 per lembar saham.
Dalam keterangannya, Herfinia, Pemimpin Divisi Corporate Secretary bank bjb, berpendapat, pergerakan positif saham tersebut mencerminkan besarnya kepercayaan publik terhadap perbankan yang berkantor pusat di Jalan Naripan Bandung itu.
Para investor, lanjutnya, memiliki optimisme atas perkembangan fundamental Bank Pembangunan Daerah (BPD) terakbar di jagat Nusantara tersebut.
“Selain itu, pasar pun punya keyakinan kuat pada pola dan strategi bisnis yang kami implementasikan secara berkelanjutan,” tandas alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Padjajaran (Unpad) ini.
Aspek lainnya, lanjut Herfinia, adanya sentimen positif pada perbankan nasional, yang menunjukkan kecenderungan perkembangan positif.
Hal itu, sambungnya, ditopang adanya ekspektasi tentang perkembangan stabilitas suku bunga. Termasuk, sahutnya, ekspektasi positif yang berkenaan dengan aset yang terus menunjukkan pergerakan positif, plus realisasi kredit yang penyalurannya lebih selektif dan berkualitas.
Kebijakan pembagian dan pemanfaatan dividen secara konsisten dan kompetitif pun, lanjutnya, menjadi penopang semakin kuatnya kepercayaan publik.
Saat ini, ujar wanita berjilbab tersebut, bank bjb termasuk korporasi perbankan yang menerapkan pola Dividen Payout Ratio (DPR) atau rasio pembagian dividen pada level 66,50 persen.
Secara tidak langsung, lanjut Herfinia, kebijakan pembagian rasio dividen tersebut menunjukkan bahwa pihaknya senantiasa membukukan performa apik, tidak hanya soal solidnya perolehan laba bersih, tetapi juga kedisplinan tata kelola serta sehatnya pola pengelolaan permodalan.
Mengacu pada data tentang perbankan berasio dividen terbesar , kata Herfinia, pihaknya termasuk dalam daftar kelompok bank yang berkatagori agresif dalam hal pembagian keuntungannya kepada para pemilik saham.
Karenanya, level pembagian rasio dividen sebesar 66,50 persen tersebut, sambung Herfinia, menempatkan perbankan Merah Putih kebanggaan publik Tatar Pasundan ini sejajar atau setara dengan beberapa perbankan nasional lainnya, yang selama ini, juga membagikan dividennya melebihi 50 persen.
Semakin kuat ya kepercayaan publik, investor, dan pasar, sahut ya, juga berkat adanya faktor eksternal.
Antara lain, sebutnya, berdasarkan Fitch Ratings Indonesia (FRI) segmen National Long Term Rating (NLTR), pihaknya memperoleh peringkat AA-/Stable.
“Artinya, data FRI itu menunjukkan bahwa bank bjb meraih ranking kredit positif berupa outlook yang stabil, punya daya tahan risiko yang kuat, tata kelola dan manajerial yang baik, dan kinerja keuangan yang terjaga secara berkesinambungan,” papar dia.
Faktor eksternal berikutnya, tambah Herfinia, pihaknya termasuk konstituen sejumlah indeks saham yang berkatagori strategis. Di antaranya, sebut dia, Indeks saham SRI-KEHATI, Indonesia Stock Exchange (IDX) 15, dan Infobank 15.
“Tercatatnya bank bjb dalam beberapa indeks semakin memperkuat kepercayaan publik dan ekspektasi pasar,” tukasnya.
Pergerakan saham yang positif, kata Herfinia, juga bisa lebih mengakselerasi proses transformasi yang terus pihaknya gulirkan.
Tidak itu saja, ujarnya, kondisi ini pun memunculkan persepsi positif kalangan investor dan pasar, bahwa saham BJBR tetap seksi dan punya magnit serta daya tarik kuat.
Terlebih, imbuhnya, hingga kini, pihaknya terus berinovasi melalui pemanfaatan dan pengembangan teknologi berbasis digital agar pelayanan kepada publik, khususnya para nasabah, baik individu, korporasi, ritel, maupun sektor Usaha Mikro-Kecil-Menengah (UMKM), menjadi lebih efektif, efisien, sempurna, prima, dan optimal. (win /*)














