PENTAS.TV – BANDUNG, Seiring dengan semakin berkembangnya teknologi, banyak korporasi, tidak terkecuali perbankan berlabel Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yang melakukan inovasi dan transformasi. Bentuknya, berupa penerapan sistem digital transaction.

Satu di antara perbankan Merah Putih yang berinovasi dan bertransformasi yakni PT Bank Mandiri Tbk (Persero). Caranya, melalui pengembangan aplikasi Livin’ by Mandiri

Seperti apa perkembangannya?

Melansir laman bankmandiri.co.id, hingga November 2025, perbankan berkode emiten BMRI tersebut menginformasikan bahwa 99,2 persen transaksi non-tunai menggunakan Livin’ by Mandiri.

Hingga periode November 2025, sekitar 36,5 juta orang bertransaksi menggunakan Livin’ by Mandiri. Perbandingannya dengan akhir November 2024, bertambah 27,1 persen.

Jumlah orang tersebut melakukan l sebanyak 11,36 miliar transaksi menggunakan Livin’ by Mandiri, bertambah 21,5 persen secara tahunan.

Nilai miliaran transaksi tersebut super jumbo. Angkanya yakni Rp14.195 triliun. Nominal transaksi Livin’ by Mandiri tersebut lebih banyak 6,75 persen daripada realisasi hingga November 2024.

Riduan, Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk (Persero), menyatakan, perkembangan positif transaksi Livin’ by Mandiri itu berkat upaya-upaya dan beragam inovasi penyempurnaan dan pemerkuatan pelayanan berbasis digital yang terus berkelanjutan.

Penyempurnaan dan pemerkuatan tersebut, lanjutnya, berorientasi pada kemudahan transaksi sesuai dengan kebutuhan publik. Selain itu, sambungnya, juga mengoptimalkan kolaborasi berbasis ekosistem.

Riduan mengklaim, bahwa pihaknya semakin memperluas kapabilitas pelayanan aplikasi Livin’ by Mandiri. Yakni, ungkapnya, bisa sebagai fasilitas transaksi non-cash antar-negara.

Fasilitas transaksi antar-negara itu, kata Riduan, melalui pemanfaatan sistem pembayaran Quick Response Cross Border (QRCB) Jepang.

Artinya, jelas dia, masyarakat yang berada di Jepang, bisa bertransaksi menggunakan QRCB secara mudah, seperti halnya, melakukan scan Quick Response Indonesian Standard (QRIS) di tanah air.

“Sebagai mitra pemerintah dan korporasi public service sektor keuangan, kami berkomitmen kuat untuk terus melayani dan mengakomodir kebutuhan transaksi keuangan masyarakat secara lebih aman, efektif dan efisien melalui sistem digital,” tandasnya. (win /*)