PENTAS TV – BANDUNG, Banyak cara dan strategi pemerintah agar perekonomian serta kesejahteraan masyarakat lebih bergeliat, sekaligus menggeliatkan kinerja korporasi-korporasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sehingga lebih berkontribusi positif bagi negeri ini.
Antara lain, pemerintah berupaya keras menciptakan stabilitas dan ketahanan pangan, baik stok maupun harga, demi tercapainya cita-cita agung, swasembada.
Berkenaan dengan itu, beberapa waktu lalu, pemerintah membentuk dan mengaktifkan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Misinya, pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat.
Selain itu, juga sebagai kiat pemerintah agar korporasi BUMN sektor pangan, Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) bisa berkontribusi lebih positif.
Seperti apa hasilnya?
Ternyata, aktivasi KDMP berefek positif bagi Perum Bulog. Terbukti, KDMP menghasilkan cuan berlimpah bagi Perum Bulog berupa laba.
Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Ahmad Rizal Ramdhani, Direktur Utama Perum Bulog, mengungkapkan, bergulirnya program KDMP berdampak luar biasa bagi jajarannya.
Berkat KDMP, ungkap purnawirawan perwira tinggi Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD) ini, hingga berakhirnya periode Desember 2025 dan 16 Januari 2026,, pihaknya membukukan keuntungan bernilai Rp68,5 miliar.
Perolehan laba itu, jelasnya, bersumber pada transaksi yang positif dan total hasil penjualan selama 2025 dan awal 2026.
Keuntungan penjualan pada akhir 2025, lanjutnya, bernilai Rp61,3 miliar. “Sedangkan perolehan laba pada 16 Januari 2026 yakni Rp7,2 miliar.
Dalam program KDMP, Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan, mengacu pada Instruksi Presiden (Inpres) 9/2025, pihaknya punya peran yang sangat strategis dan krusial, mulai hulu sampai hilir.
Pada sisi hulu, jelasnya, pihaknya menjadi off-taker, yakni menyerap hasil pertanian berupa beras atau gabah kering setara beras.
Secara hilirnya, lanjut dia, pihaknya menjadi distributor beragam komoditas, termasuk Cadangan Pangan Pemerintah (CPP), seperti jagung dan kedelai. “Termasuk Cadangan Beras Pemerintah (CBP), semisal Beras SPHP (Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan),” tandasnya.
Mengenai perkembangan para pelaku Usaha Mikro-Kecil-Menengah (UMKM) yang menjadi mitra, yaitu berbentuk Rumah Pangan Kita (RPK), Ahmad Rizal Ramdhani mengklaim bahwa progresnya positif.
Saat ini, klaim Ahmad Rizal Ramdhani, terdapat ribuan RPK dan KDMP yang menjadi mitra. Jumlah keseluruhannya, sebut dia, yakni 2.687 RPK-KDMP yang tersebar di berbagai wilayah tanah air.
Akan tetapi, Ahmad Rizal Ramdhani mengakui bahwa hingga kini, masih ada beberapa kendala yang wajib pihaknya tuntaskan berkenaan dengan RPK-KDMP. Yakni, beber dia, dalam hal aktivitas transaksi.
Ahmad Rizal Ramdhani mengungkapkan, hingga kini, pihaknya mencatat, sebanyak 464 RPK-KDMP di antara ribuan mitra tersebut yang aktif bertransaksi pemesanan.
“Jadi, tahun ini, kami bertekad untuk lebih memasifkan transaksi pemesanan oleh RPK-KDMP,” cetusnya.
Belum masifnya aktivitas pemesanan, lanjut dia, bukan tanpa penyebab. Ada beberapa hal, sambungnya, yang menyebabkan aktivitas transaksi pemesanan RPK-KDMP belum terlalu masif.
Yaitu, kata dia, masalah permodalan RPK-KDMP yang terbatas. Kesiapan operasional RPK-KDMP, termasuk infrastruktur dan Sumber Daya Manusia (SDM), plus pola pencatatan berbasis teknologi digital, pun, tambahnya, belum optimal.
Walau begitu, tegas dia, agar aktivitas transaksi RPK-KDMP lebih agresif sehingga menjadi penopang andal pendistribusian komoditas pangan, pihaknya berkomitmen untuk terus melakukan pendampingan.(win/*)














