PENTAS.TV – BANDUNG, Setiap korporasi, apa pun sektornya, terutama yang berlabel Badan Usaha Milik Negara (BUMN), mengusung misi agar senantiasa menorehkan performa dan kinerja apik serta mentereng merupakan keniscayaan mutlak.
Begitu pula dengan korporasi perbankan berpredikat BUMN yang satu ini, PT Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk (Persero).
Dalam keterangannya, Nixon LP Napitupulu, Direktur Utama PT BTN Tbk (Persero), mengemukakan, selama 2025, tepatnya hingga November 2025, perbankan yang tergabung dalam Himpunan Bank Negara (Himbara) ini meraup laba bersih bernilai masif.
Nominalnya, sebut Nixon LP Napitupulu, yakni sekitar Rp2,91 triliun. Perbandingannya dengan pencapaian periode sama 2024, yang angkanya pada level Rp2,40 triliun, kata dia, bertambah 21,10 persen.
Raupan laba bersih itu, sambungnya, berkat moncernya penyaluran kredit atau pembiayaan. Hingga akhir November 2025, total nilai kredit atau pembiayaan yang digelontorkan PT BTN Tbk (Persero) yaitu Rp386,47 triliun.
Nominal tersebut, kata Nixon LP Napitupulu, melebihi realisasi penyaluran kredit atau pembiayaan pada akhir November 2024, yaitu Rp355,42 triliun atau bertambah 8,74 persen secara tahunan.
Melihat pencapaian positif tersebut, Nixon LP Napitupulu menyatakan, pihaknya bertekad untuk lebih agresif menyalurkan pembiayaannya.
Tidak tanggung-tanggung, cetusnya, targetnya tahun ini, penyaluran kredit atau pembiayaan yang dipatok jajarannya bertambah 20-22 persen.
Bagaimana soal perkembangan pengelolaan Dana Pihak Ketiga (DPK)?
Nixon LP Napitupulu mengemukakan, pada 30 November 2025, nominal pengelolaan DPK bertambah 15,77 persen secara tahunan atau menjadi Rp423,96 triliun.
Pada akhir November 2024, ungkapnya , pihaknya mencatat bahwa nominal pengelolaan DPK yaitu Rp366,22 triliun.
Sama seperti kredit, Nixon LP Napitupulu mencetuskan, tahun ini, pihaknya pun mencanangkan realisasi pengelolaan dana simpanan masyarakat bertambah 7-8 persen.
“Proyeksi kami lainnya, coat of fund 2026 pada posisi 3,6 persen. Target selanjutnya, beban kredit pada level 3,6 persen,” papar dia. (win/*)














