PENTAS.TV – BANDUNG, Seperti biasanya, pada setiap momen tertentu, seperti Ramadan-Idul Fitri, beragam kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) lebih banyak daripada kondisi normal.

Meski demikian, seyogianya, publik di negeri ini tidak perlu merisaukan dan mengkhawatirkan ketersediaan pangan pada momen Ramadan-Idul Fitri 2026.

Pasalnya, korporasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor pangan, Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog), mengklaim bahwa ketersediaan sejumlah komoditas, terutama beras, gula, dan minyak goreng, bisa mencukupi kebutuhan masyarakat, baik menjelang maupun selama periode Ramadan-Idul Fitri 2026.

Dalam keterangannya, Ahmad Rizal Ramdhani, Direktur Utama Perum Bulog, menginformasikan bahwa stok beras nasional yang pihaknya kelola hingga 2 Februari 2026, sebanyak 3,3 juta ton.

“Mayoritas, yakni sebanyak 3,22 juta ton merupakan CBP (Cadangan Beras Pemerintah). Sisanya, yakni 95.523 ton adalah beras komersial,” tandas Ahmad Rizal Ramdhani.

Agar kebutuhan pangan masyarakat terakomodir pada momen Ramadan-Idul Fitri, tahun ini, lanjut dia, pihaknya juga mengelola komoditas lainnya, yang tidak kalah penting. Yakni, ujarnya, gula pasir dan minyak goreng (migor).

Hingga awal Februari 2026, tutur purnawirawan perwira tinggi Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD) ini, volume stok gula pasir yang dikelola jajarannya yaitu 11.675 ton.

Sedangkan ketersediaan migor, lanjutnya, yakni bervolume 15.475 kilo liter (KL). Tidak itu saja, kata dia, pihaknya juga mengelola jagung, yang ketersediaannya hingga 2 Februari 2026, sebanyak 53.637 ton.

Berlimpahnya ketersediaan sejumlah komoditas pangan krusial demi terpenuhinya kebutuhan masyarakat pada Ramadan-Idul Fitri 2026, tegas dia, membuktikan betapa sangat berkomitmennya jajarannya guna menciptakan sekaligus menjaga stabilitas pangan, baik harga maupun stoknya

Bicara soal sistem distribusi migor, Ahmad Rizal Ramdhani mengemukakan, berdasarkan skema Domestik Market Obligation (DMO), alokasi komoditas tersebut yakni 30 persen pasokan pangan nasional.

Komposisinya, terang dia, pihaknya menerima alokasi 70 persen atau sekitar 30 ribu KL per bulan.

“Alokasi itu melebihi realisasi penyaluran migor pada periode sebelumnya, kepada para pengecer dan pedagang pasar, yakni bervolume 21,8 ribu KL,” papar Ahmad Rizal Ramdhani.

Lalu, kata dia, sebanyak 20 persen berikutnya adalah alokasi ID FOOD. Kemudian, sebesar 10 persen sisanya, ucap dia, merupakan alokasi Agrinas Palma.

Mengenai Bantuan Pangan Beras, yang meliputi 10 kilo gram beras dan 2 liter migor MinyaKita bagi sekitar 33,2 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM), Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan, tahun ini, yakni periode Februari-Maret 2026, pihaknya tetap siap mengemban program penugasan pemerintah tersebut.

Agar program ini optimal, efektif, dan tepat sasaran, Ahmad Rizal Ramdhani menyatakan, pihaknya mengalokasikan 664,8 ribu ton beras dan 132,9 ribu KL migor MinyaKita. (win /*)