PENTAS.TV – BANDUNG, Jangan pernah menyepelekan berbagai hal berdasarkan ukuran atau volume, termasuk fasilitas infrastruktur public service, seperti Stasiun Gadobbangkong.
Meski berukuran lebih mungil daripada Stasiun Bandung dan Kiaracondong, Gadobbangkong punya peran krusial.
Bagaimana tidak, Stasiun Gadobbangkong merupakan simpul transportasi berbasis rel di kawasan Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Karena itu, agar kebutuhan transportasi masyarakat kawasan KBB terlayani dan terakomodir secara sempurna, prima, dan optimal, PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero), melalui anak usahanya, PT KAI (Persero) Commuter Line Indonesia (KCI), memperkuat dan memperharmonis sinerginya dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
Bentuknya, menyempurnakan pelayanan Stasiun Gadobangkong. Hal itu sebagai daya dukung mobilitas masyarakat, baik aktivitas sosial maupun ekonomi.
“Saat ini, Stasiun Gadobbangkong, yang berlokasi d Kecamatan Ngamprah, punya peran penting, yakni sebagai akses utama fasilitas transportasi,” tandas Karina Amanda, Vice President Corporate Secretary PT KCI.
Selain itu, tutur wanita berambut pendek ini, lokasinya pun strategis, karena di pusat pemerintahan dan administrasi sekaligus ekonomi KBB.
Karina Amanda mengemukakan, sejak bangunan dan fasilitas terbaru yang aktivasinya 1 Februari 2026, dalam waktu satu pekan atau hingga 8 Februari 2026, Stasiun Gadobbangkong melayani keberangkatan 7.016 orang penumpang, bertambah 19 persen secara tahunan.
Secara tidak langsung, lanjut dia, bertambahnya volume keberangkatan penumpang dari Stasiun Gadobbangkong membuktikan bahwa masyarakat, utamanya di wilayah KBB, memang memerlukan akses transportasi yang andal yang bisa menunjang mobilitas mereka, baik aktivitas sosial maupun ekonomi.
Bicara soal Commuter Line Bandung Raya, yang mengalami penyesuaian jarak tempuh dan jadwal perjalanan serta melintasi Stasiun Gadobbangkong, Karina Amanda mengungkapkan, selama bulan perdana 2026, volume penumpangnya bertambah 11 persen apabila perbandingannya dengan periode sama 2025, yakni menjadi 999.725 orang.
Agar kebutuhan transportasi masyarakat terlayani dan terakomodir secara lebih sempurna, prima, dan optimal, Karina Amanda mencetuskan, pihaknya terus memperkuat sinergi dengan seluruh stakeholder, termasuk DJKA Kemenhub. (win/*)














