PENTAS.TV – BANDUNG, Sejatinya, banyak aspek dan faktor yang tidak hanya menopang tetapi juga menggeliatkan perekonomian. Di antaranya, yakni terciptanya stabilitas dan ketahanan pangan, baik harga maupun pasokan.
Karenanya, korporasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor pangan, Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) punya sejumlah kiat dan cara agar pasokan dan harga pangan selama periode Ramadan-Idul Fitri 2026 tetap stabil, sehingga kebutuhan masyarakat terakomodir,
Bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan DKPP Jabar, selama periode Ramadan-Idul Fitri 2026 dan momen Hari Besar Keagamaan Nasional, yakni Imlek 2026, Perum Bulog menggulirkan Gerakan Pangan Murah (GPM) secara serentak di seluruh wilayah Nusantara, termasuk tatar Pasundan.
Secara total, ada sebanyak ,279 lokasi yang tersebar di 167 kota-kabupaten seluruh wilayah Indonesia selama GPM bergulir.
Khusus Jabar, agenda GPM, yang bergulir berkat sinergi Perum Bulog Kantor Wilayah Kanwil (Jabar), Bapanas, dan DKPP Jabar, berlangsung di 14 kota-kabupaten.
Nurman Susilo, Pemimpin Perum Bulog Kanwil Jabar, mengemukakan, pihaknya menyediakan sejumlah komoditas selama berlangsungnya GPM.
Antara lain, ujarnya, Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). “Agar GPM optimal dan tepat sasaran, kami mengalokasikan sekitar 54.300 kilo gram Beras SPHP,” tandas Nurman Susilo.
Tidak hanya Beras SPHP, kata dia, pada GPM kali ini, pihaknya pun menyediakan beberapa komoditas pangan lain. Di antaranya, sebut Nurman Susilo, beras Premium, Minyak Goreng, dan Gula Pasir.
Ada hal yang menjadi pertimbangan bergulirnya GPM. Yakni, mengantisipasi kemungkinan harga berbagai jenis komoditas menjadi lebih mahal selama momen Ramadan-Idul Fitri 2026.
Tidak itu saja, lanjutnya, GPM pun merupakan strategi pemerintah agar pasokan dan harga beragam komoditas tetap stabil.
Karenanya, kata Nurman Susilo, sesuai temanya, selama GPM berlangsung, pihaknya membandrol harga komoditas-komoditas tersebut yang sangat terjangkau masyarakat. (win/*)














