PENTAS.TV – BANDUNG, Bagi para pelaku industri nasional, termasuk otomotif, Januari-Desember 2025 merupakan periode yang sulit dan penuh tantangan serta dinamika.
Adalah kinerja penjualan otomotif, khusus ya, mobil. Realisasi kinerja penjualan seluruh brand dan varian mobil selama 2025, tidak lebih baik daripada 2024.
Meski demikian, beberapa Agen Pemegang Merek (APM) tetap menunjukkan performa apik. Di antaranya, APM Daihatsu Motor Company, yang tergabung dalam korporasi raksasa nasional, PT Astra International Tbk, yakni PT Astra Daihatsu Motor (ADM).
Satu bukti bahwa PT ADM membukukan performa cukup positif yaitu tercermin pada kinerja ekspornya.
Kepada media, Sri Agung Handayani, Direktur Marketing dan Corporate Communication PT ADM, mengemukakan, selama 2025, pihaknya membukukan ekspor Completely Built Up (CBU) sebanyak 123.848 unit
Realisasi ekspor 2025 tersebut, lanjut dia, melebihi pencapaian periode sama 2024, yaitu lebih banyak sekitar 13 persen. “Pada 2024, volume ekspor kami berjumlah 110.334;unit,” tandas Sri Agung Handayani.
Hingga kini, sambung Sri Handayani, ada sekitar 60 negara, bahkan lebih, yang menjadi tujuan ekspor industri otomotif yang bermarkas besar di Jepang ini.
Ekspor terbanyak, sahut dia, yakni pasar Filipina. “Sekitar 35 persen total ekspor kami selama 2025, adalah pasar Filipina,” sambungnya.
Lalu, kata dia, pihaknya pun menjadikan Kampung Halaman” Daihatsu, yaitu Jepang, ujarnya, sebagai negara tujuan ekspor.
“Persentase ekspor ke Jepang, ucap Sri Agung Handayani, yaitu sekitar 10 persen,” tambah Sri Agung Handayani.
Selanjutnya. Meksiko. Sri Agung Handayani mengemukakan, sekitar 9 persen total ekspor 2025 menembus pasar Negeri El Sombrero.
Filipina menjadi destinasi terbesar untuk ekspor
Varian terfavorit pasar ekspor, bebernya, yaitu Low Sport Utility Vehicle (LSUV). Sebanyak 46 persen total ekspor 2025, imbuh dia ,yakni model LSUV.
Kemudian, kata dia, varian hatchback dan Medium SUV, yang persentasenya masing-masing 27 persen serta 9 persen.
Bicara soal kapasitas produksi, Sri Agung Handayani mengklaim, selama Januari-Desember 2025, pihaknya membukukan volume produksi, yang juga mencakup brand “kerabat terdekatnya”, Toyota, berjumlah sekitar 381 ribu unit.
“Khusus brand Daihatsu, tahun lalu, kami memproduksi sebanyak 130.441 unit, berkurang 33 persen secara tahunan” tutup Sri Agung Handayani. (win/*)














