PENTAS.TV – BANDUNG, Banyak cara dan kiat yang dilakukan setiap korporasi untuk melayani para konsumennya secara optimal.

Tidak heran, korporasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor transportasi publik , PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero), juga kerap menyusun, merancang, dan mengimplementasikan strategi-strateginya agar para penumpangnya, tidak hanya kebutuhannya terlayani dan terakomodir, tetapi juga nyaman.

Karenanya, bertepatan dengan Perayaan Imlek 2026, ada nuansa berbeda di Stasiun Bandung. Yakni, kemunculan naga.

Ya, bagi masyarakat keturunan China, naga merupakan lambang yang penuh makna. Terlebih, pada momen-momen tertentu seperti Imlek 2026.

Kemunculan naga di Stasiun Bandung itu bagian atraksi barongsai. Tentu saja, tabuhan genderang yang mengiringi atraksi itu membuat suasana Stasiun Bandung lebih semarak dan meriah.

Tidak itu saja, atraksi barongsai pun menghibur para penumpang, baik yang hendak bertolak ke berbagai tujuan, maupun yang datang.

“Selain (atraksi) barongsai, kami juga memasang berbagai jenis ornamen dan hiasan bernuansa, bercorak, serta berciri khas Imlek di sejumlah stasiun,” tandas Kuswardoyo, Manager Hubungan Masyarakat (Humas) PT (KAI) (Persero) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung.

Kus, sapaan akrabnya, meneruskan, stasiun-stasiun yang dihias beragam jenis ornamen bernuansakan Imlek, bulan hanya Stasiun Bandung dan Kiaracondong , melainkan juga Banjar, Tasikmalaya, Garut, Cimahi, dan Padalarang.

Terlebih, lanjut mantan Manager Humas PT KAI (Persero) Daop 3 Cirebon tersebut, stasiun-stasiun itu menjadi titik keberangkatan dan kedatangan puluhan ribu penumpang.

Bicara soal volume penumpang pada periode Long Weekend Imlek 2026, Kus mengungkapkan, hingga 17 Februari 2026, Stasiun Bandung menjadi titik tersibuk melayani keberangkatan 29.085 orang penumpang dan kedatangan 28.781 orang penumpang.

“(Stasiun) Kiaracondong menjadi titik tersibuk selanjutnya. Sebanyak 15.186 orang bertolak dari Kiaracondong. Tidak itu saja, stasiun ini juga melayani kedatangan 14.992 orang penumpang,” papar mantan Manager Humas PT KAI (Persero) Daop 7 Madiun itu.

Kus melanjutkan, Stasiun Cianjur pun tidak kalah sibuknya oleh Stasiun Bandung dan Kiaracondong. Pasalnya, pada momen Imlek tahun ini, sambungnya, sebanyak 10.038 orang menjadikan Stasiun Cianjur sebagai titik keberangkatan.

“Volume penumpang yang tiba di Stasiun Cianjur pun berjumlah masif, yaitu 10.840 orang,” tutur Kus.

Dua stasiun berikutnya, ujar Kus, yakni Tasikmalaya dan Cipatat, juga termasuk titik keberangkatan serta kedatangan termasif.

Volume penumpang yang bertolak dari Stasiun Tasikmalaya dan Cipatat, ucapnya, masing-masing berjumlah 7.006 orang serta 5.984 orang.

“Yang tiba di Stasiun Tasikmalaya dan Cipatat, berjumlah 7.603 orang serta 6.019 orang,” imbuh Kus.

Sedangkan jumlah penumpang yang berangkat dari Stasiun Garut dan Banjar, sebut Mantan Manager Public Relations Light Rail Transit (LRT) Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi (Jabodebek) ini, masing-masing sebanyak 3.927 orang serta 3.739 orang..

“Dua stasiun itu (Garut dan Banjar) pun melayani kedatangan sebanyak 3.923 orang dan 3.706 orang penumpang,” papar Kus.

Secara kumulatif, jelas Kus, pada periode Long Weekend Imlek 2026, volume penumpang kereta jarak jauh reguler berjumlah 87.629 orang. (win/*)