PENTAS.TV – BANDUNG, Membukukan performa dan kinerja apik bukan hanya misi yang diusung korporasi-korporasi berlabel Badan Usaha Milik Negara (BUMN), melainkan juga swasta.

Bukti terbarunya tercermin pada pencapaian gemilang korporasi perbankan swasta nasional, PT Bank Danamon Indonesia Tbk.

Kepada media, dalam Konferensi Pers Virtual Paparan Kinerja Full Year (FY) 2025 Danamon, Theresia Adriana, Chief Financial Officer (CFO) PT Bank Danamon Indonesia Tbk, mengklaim bahwa pada 2025, perbankan berkode emiten BDNM ini meraup laba bersih konsolidasi tahun berjalan bernilai masif, yakni Rp4 triliun.

“Perolehan laba bersih tersebut bertambah 14 persen apabila perbandingannya dengan pencapaian 2024,” tandas Theresia Adriana.

Dia menjelaskan, ada beberapa aspek yang menopang perkembangan positif perolehan laba bersih konsolidasi tahun berjalan tersebut.

Yakni, ujarnya, bertambahnya operational income. Selain itu, lanjutnya, juga berkat penerapan efisiensi pengelolaan biaya

Theresia Adriana melanjutkan, perolehan laba bersih konsolidasi tahun berjalan tersebut pun ditunjang oleh penyaluran kredit dan trade finance bernominal jumbo.

Posisi kredit dan trade finance konsolidasi pada Desember 2025, sebut Theresia Adriana, yakni Rp212,7triliun, melejit 9 persen secara tahunan.

“Penopangnya yaitu seluruh lini bisnis, yang juga meliputi The Enterprise Banking, Consumer Banking, Financial Institutions, termasuk pembiayaan Adira Finance.

Melejitnya penyaluran kredit atau pembiayaan tersebut, imbuhnya, diimbangi oleh perkembangan positif rasio Non-Performing Loan (NPL), yang posisinya pada Desember 2025, yakni 1,7 persen.

Lalu, bagaimana soal pengelolaan Dana Pihak Ketiga (DPK)?

Theresia Adriana menginformasikan, hingga Desember 2025, nominal pengelolaan DPK bertambah 16 persen secara tahunan atau menjadi Rp176,9 triliun.

Perkembangan positif DPK tersebut, terang Theresia Adriana, berkat bertambah ya Current Account-Saving Account (CASA), yang secara tahunan, melesat 18 persen, menjadi Rp75,2 triliun. (win/*)