PENTAS.TV – BANDUNG, Sebagai korporasi perbankan berpredikat Badan Usaha Milik Negara (BUMN), ada misi yang diusung PT Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk (Persero), yakni senantiasa menorehkan performa dan kinerja apik setiap tahunnya.
Berbekal semangat itu, perbankan yang tergabung dalam Himpunan Bank Negara (Himbara) ini berhasil menunjukkan kecemerlangan kinerjanya pada awal 2026.
Bagaimana tidak, pada Januari 2026, PT BTN Tbk (Persero) meraup laba yang apabila perbandingannya dengan periode sama 2025, jauh lebih masif nilainya.
“Pada bulan perdana 2026, kami membukukan laba bersih bank only bernilai Rp230 miliar. Nilai itu lebih banyak 578 persen daripada Januari 2025, yang nominalnya Rp34 miliar,” tandas Nixon LP Napitupulu, Direktur Utama PT BTN Tbk (Persero), dalam keterangannya.
Secara konsolidasi, kata Nixon LP Napitupulu, selama 2025, pihaknya membukukan laba bersih yang lebih banyak 16,4 persen daripada 2024, yakni bernilaiRp3,5 triliun.
Nixon LP Napitupulu mengemukakan, ada beberapa elemen yang menopang bertambahnya perolehan laba pada bulan pembuka tahun ini.
Antara lain, sebutnya, interest income yang melesat 17,08 persen secara tahunan. Pada saat bersamaan, lanjutnya, pihaknya berhasil meminimalisir beban bunga pada kisaran 14,53 persen lebih rendah daripada periode sama tahun sebelumnya.
Hal itu, lanjutnya, berimbas positif pada pergerakan Net Interest Income (NII), yang menggeliat 79,46 persen secara tahunan.
Faktor penunjang berikutnya, sahut mantan Corporate Secretary PT Bank Mandiri Tbk (Persero) ini, selama 31 hari periode bulan pertama 2026, pihaknya mampu memperbanyak nominal penyaluran kredit.
Secara tahunan, ujarnya, nominal penyaluran kredit pada Januari 2026 yakni RpRp341,45 triliun, atau lebih banyak 9,30 persen.
Selain gacornya penyaluran kredit, Nixon LP Napitupulu mengklaim bahwa kepercayaan publik pun semakin besar.
Indikatornya, tambah dia, yaitu bertambahnya nilai pengelolaan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 11,52 persen secara tahunan. “Nominalnya menjadi Rp362,77 triliun,” tutur dia.
Yang tidak kalah pentingnya, tukas dia, pada Januari 2026, pihaknya memiliki kekayaan berupa aset yang juga bertambah. “Nilai asetnya yakni Rp448,34 triliun, bertambah 12,26 persen secara tahunan,” ungkapnya.
Agar performa dan kinerjanya tetap dan semakin gemilang, Nixon LP Napitupulu membeberkan triknya. Yakni, sahutnya, pihaknya bertekad menyempurnakan dan memperkokoh profitabilitas.
Caranya, imbuh dia, perbaikan dan penyempurnaan lini bisnis, yakni penyaluran kredit. Lalu, ucapnya, mengelola portofolio yang lebih sempurna dan sehingga kinerja lebih terakselerasi. “Kami juga tetap konsisten dan serius dalam hal pendanaan berbiaya lebih murah,” lanjutnya.
Jurus berikutnya, kata dia, yakni melakukan aksi korporasi. Terbaru, ujar Nixon LP Napitupulu, pihaknya membentuk dan mengaktifkan anak usahanya, yakni Bank Syariah Nasional (BSN), yang pada akhir 2025, punya aset bernilai Rp73 triliun . (win/*)














