PENTAS.TV – BANDUNG, Sepertinya, kondisi 2026 lebih cerah dan cukup menjanjikan daripada 2025, yang penuh tantangan dan dinamika.
Indikatornya, kembali bergeliatnya performa dan kinerja sejumlah sektor, termasuk pembiayaan berbasis syariah.
Seperti apa perkembangannya?
Agusman, Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) Otoritas Jasa Keuangan (OJK), mengemukakan, performa dan kinerja pembiayaan syariah pada awal 2026 lebih baik daripada periode sama 2025.
“Pada Januari 2026, pembiayaan syariah memiliki piutang bernilai Rp31,05 triliun, atau lebih banyak 10,96 persen daripada periode sama tahun lalu,” tandas Agusman.
Kondisi itu, lanjutnya, berkat bertambahnya nilai pembiayaan syariah oleh industri atau perusahaan multifinance.
Pada bulan perdana 2026, kata dia, nilai penyaluran terbesar bersumber pada pembiayaan jual beli berkonsep akad murabahah. Angkanya, sebut dia, Rp19,29 triliun, atau setara 62,48 persen total pendanaan.
Melihat hal itu, Agusman berpendapat pembiayaan syariah tetap prospektif. Pasalnya, jelas dia,.kondisi itu ditopang regulasi pemerintah yang memadai. (win /*)














