PENTAS.TV – BANDUNG, Bagi banyak pelaku industri, terutama otomotif , Januari-Desember 2025 merupakan periode super berat karena terjadinya berbagai dinamika global dan tantangan yang tidak ringan.

Namun, banyak kalangan memprediksi bahwa kondisi sulit yang dialami industri otomotif nasional selama 2025 tidak terjadi pada tahun ini.

Benarkah demikian? Apa indikatornya?

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menginformasikan, secara wholesales, realisasi penjualan mobil pada Januari-Februari 2026 lebih banyak 9,8 persen daripada periode sama 2025. Jumlahnya, yakni sebanyak 147.631 unit.

Begitu pula dengan realisasi penjualan secara retail sales. Pada dua bulan perdana 2026, realisasi penjualan mobil secara retail sales berjumlah 145.228 unit,lebih banyak 8,4 persen daripada periode sama tahun sebelumnya.

Khusus Februari 2026, Gaikindo mengabarkan bahwa penjualan mobil secara wholesales berjumlah 81.159 unit. Perbandingannya dengan Januari 2026, bertambah 22,1 persen.

Sama halnya dengan realisasi penjualan secara retail sales. Pada Februari 2026, volume penjualan retail sales oleh para Age Pemegang Merek (APM) berjumlah 78.219 unit.

Secara bulanan, atau perbandingannya dengan Januari 2026, realisasi penjualan mobil secara retail sales pada Februari 2026 bertambah 16,7 persen.

Secara tahunan, realisasi penjualan mobil baik wholesales maupun retail sales, periode Februari 2026, masih lebih Moncer daripada bulan kedua 2025, yakni masing-masing 12,2 persen serta 11,9 persen.

Soal proyeksi penjualan selama 2026, Gaikindo mematok target sebanyak 850 ribu unit. Jumlah itu bertambah 5,4 persen lebih banyak daripada pencapaian 2025.

Akan tetapi, apabila perbandingannya dengan Januari-Desember 2024, yang realisasinya 865.723 unit proyeksi penjualan mobil 2026 yang dicanangkan Gaikindo lebih sedikit 7,2 persen . (win/*)