Beli Token Listrik Rp200 Ribu, Bisa Peroleh Berapa KWh? PLN Kasih Paham

Publikasi:

Sebuah meteran listrik. (Freepik)

PENTAS.TV – BANDUNG, Hingga kini, banyak pelanggan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) (Persero), khususnya, pra-bayar,  yang masih menganggap pengisian token Rp200 ribu sama dengan pola pembelian pulsa atau kuota internet.

Faktanya, tidak demikian. Nah, agar lebih paham, PT PLN (Persero) menjelaskan berapa kapasitas daya terpasang, yakni Kilo Watt-hour (KWh), apabila pengisian token bernilai Rp200 ribu.

Executive Vice President Komunikasi Korporat dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT PLN (Persero), Gregorius Adi Trianto, menegaskan, sejatinya, tarif tenaga listrik rumah tangga tidak mengalami perubahan sejak Juli 2022.

Meski demikian, tambah dia, nominal pembayaran tarif tenaga listrik bervariatif, bergantung pada jenis dan golongan pelanggan.

Selain itu, kata dia, juga dipengaruhi konsumsi  energi listrik dan beberapa  komponen biaya lainnya. Di antaranya, Pajak Penerangan Jalan (PPJ).

Sebagai contoh, jelas dia, tarif bagi para pelanggan berkapasitas 2.200 Volt Ampere (VA), yakni  Rp1.444,70 per KWh.

Khusus  sistem pra-bayar, para pelanggan yang melakukan pengisian token Rp200 ribu, pembelian kapasitas daya listrik tidak sama dengan pulsa atau kuota internet.

“Pengisian token Rp200 ribu terkena PPJ sebesar  24 persen. Jadi, nominal pengisian token terkonversi menjadi Rp195.200. Artinya, pelanggan berhak memperoleh energi listrik 135 KWh,” papar Gregorius Adi Trianto, dalam keterangannya.

Begitu pula pelanggan PT PLN (Persero) yang pembayarannya secara bulanan. Gregorius Adi Trianto mengatakan, perhitungannya mengacu pada jumlah pemakaian energi listrik plus komponen PPJ.

Agar mengetahui berapa banyak konsumsi energi listrik, Gregorius Adi Trianto menuturkan, para pelanggan bisa mengetahuinya melalui aplikasi PLN Mobile.

Para pelanggan bulanan alias pasca bayar, imbuhnya, memantau konsumsi energi listrik bisa memanfaatkan fitur Swadaya Catat Angka Meter (Swacam) pada PLN Mobile yakni mencatat  angka meteran secara mandiri sebagai kontrol konsumsi energi  listrik bulanan. (win/*)

Token Listrik, KWh Listrik, PLN, Gregorius Adi Trianto

Editor: erwin

Share post:

Subscribe

spot_img

Popular

More like this
Related

Sempat Stagnan, Harga Emas Antam Loyo (Lagi), Saatnya Borong?

PENTAS.TV - BANDUNG, Berbagai dinamika yang terjadi, semisal konflik...

Ingin Bergeliat, Honda Ubah Strategi, Fokus Model Hybrid, Investasikan Dana Super Jumbo

PENTAS.TV - BANDUNG, Ketika era persaingan semakin ketat, setiap...

Ini pun Jadi Trik KAI Sempurnakan Pelayanan: Jabat Erat Komunitas Railfans

PENTAS.TV - BANDUNG, Setiap korporasi, terutama yang berpredikat public...

AHM Kuasai Singgasana Pasar Sepeda Motor Nasional, Berapa yang Terjual?

PENTAS.TV - BANDUNG, Meski perekonomian global masih penuh dinamika...