PENTAS.TV – BANDING, Setelah mengalami periode yang penuh tantangan, dan dinamika, banyak korporasi menatap 2026 sebagai momentum untuk kembali bergairah.
Indikatornya, pada awal 2026, pada bulan perdana 2026, perbankan menunjukkan geliatnya .
Mengacu pada data Bank Indonesia (BI), perbandingannya dengan awal 2025, nominal kredit yang digelontorkan sektor perbankan pada Januari 2026 bertambah 10,2 persen. Nominalnya yakni Rp8.416,4 triliun.
Bahkan, perkembangan penyaluran kredit perbankan pada Januari 2026 melebihi realisasi Desember 2025, yang secara tahunan, menggeliat 9,3 persen.
Kredit korporasi menjadi segmen yang penyalurannya paling bergairah, yakni 15,2 persen secara tahunan, melebihi realisasi Desember 2025, yang menggeliat 14,6 persen lebih banyak daripada Desember 2024.
Lalu, Kredit Investasi (KI) yang pada Januari 2026, melesat 21,9 persen secara tahunan, melampaui realisasi Desember 2024, yang bertambah 20,5 persen lebih banyak daripada akhir 2024.
Beberapa sektor menjadi trigger bergeliatnya penyaluran kredit investasi. Yaitu, pertanian, peternakan, perikanan, kehutanan, dan jasa konstruksi.
Kemudian, Kredit Modal Kerja (KMK), yang pada Januari 2026, menggeliat 4,8 persen secara tahunan, melebihi pencapaian Desember 2025, yang lebih masif 4,4 persen daripada Desember tahun sebelumnya.
Ada beberapa sektor yang menjadi penopangnya. Antara lain, energi listrik, gas, serta air bersih. Termasuk, jasa konstruksi.
Begitu pula dengan penyaluran Kredit Konsumsi. Berkat bergairahnya kredit multiguna, yang melejit 9,9 persen secara tahunan, pada Januari 2026, perbankan menggelontorkan kredit konsumsi yang lebih masif 7,2 persen daripada realisasi bulan perdana 2025.
Sama halnya dengan kredit sektor properti. Pada Januari 2026, penyaluran kredit sektor ini melesat 14,1 persen secara tahunan.
Itu terjadi berkat penyaluran kredit konstruksi yang bertambah 34,4 persen secara tahunan.
Berbeda dengan penyaluran kredit bagi sektor Usaha Mikro-Kecil-Menengah (UMKM). Nominal penyaluran kreditnya justru terkoreksi 0,5 persen.
Kendati demikian, perbandingannya dengan Desember 2025, yang juga terkontraksi 0,3 persen secara tahunan, penyaluran kredit UMKM masih lebih positif. (win/*)














