Begini Nih Perkembangan Perbankan di Jabar: Makin Tajir, Asetnya Terus Berlimpah, Kreditnya Gacor, Apa Kata OJK?

Publikasi:

PENTAS.TV – BANDUNG, Terjadinya konflik geopolitik antara Iran dan duet Amerika Serikat (AS)-Israel, perekonomian, tentunya, bisa memengaruhi ekonomi global.

Meski demikian, Sektor Jasa Keuangan (SJK), khususnya di Jabar, tetap menunjukkan progres progres positif.

Bahkan, data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan bahwa perbankan di Jabar semakin kaya raya dan tajir. Pasalnya, secara kumulatif, aset perbankan di Tatar Pasundan kian berlimpah.

Darwisman, Kepala OJK Jabar, mengklaim industri perbankan Jabar menunjukkan perkembangan positif.

“Satu indikatornya, yakni aset. Pada Januari 2026, total aset perbankan Jabar, yang meliputi segmen  bank umum, baik konvensional maupun syariah, dan Bank Perekonomian Rakyat (BPR) bernilai Rp1.055,59 triliun,” tandas Darwisman, pada Media Update 2026 belum lama ini.

Perbandingannya dengan Januari 2025, lanjut dia, perolehan aset perbankan di Jabar tersebut, bertambah 5,27 persen. Pada bulan yang sama 2025, total nilai aset perbankan Jabar, sambungnya, yakni Rp1.002,75 triliun.

Perbankan umum, ujar dia, tetap menjadi yang paling tajir. Total aset perbankan umum pada 2026, kata dia, yakni Rp1.021,35 triliun.

“Sisanya, yakni Rp34,24 triliun merupakan aset BPR,” tutur Darwisman.

Selain aset, sambung dia, performa dan kinerja cemerlang perbankan Jabar lainnya yakni gacornya penyaluran kredit atau pembiayaan.

Secara kumulatif, ungkap Darwisman, perbankan Jabar menyalurkan kredit dan pembiayaan bernilai Rp1.040,99 triliun, bertambah 2,57 persen secara tahunan apabila perbandingannya dengan bulan pembuka 2025, yang angkanya RpRp1.014 triliun.

Perbankan umum, kata dia, tetap menjadi penyalur kredit dan pembiayaan terakbar di Jabar pada Januari 2026. Nominalnya, sebut dia, yaitu Rp1.016,29 triliun.

Penyaluran kredit atau pembiayaan bernominal Rp24,69 triliun sisanya, jelas Darwisman, disalurkan segmen BPR.

Moncernya penyaluran kredit itu, ucap Darwisman, cukup terimbangi oleh perkembangan rasio Non-Performing Loan NPL. Pada Bulan perdana tahun ini, beber dia, rasio NPL Gross perbankan Jabar yakni 3,39 persen.

Berkat kecemerlangan kinerjanya, sahut Darwisman, perbankan Jabar memperoleh  kepercayaan publik.

Buktinya, kata Darwisman, hingga Januari 2026, secara tahunan, Dana Pihak Ketiga (DPK) yang dikelola perbankan Jabar bertambah 6,78 persen atau menjadi Rp750,78 triliun.

“Sebanyak Rp727,80 triliun dikelola perbankan umum. Sedang kan DPK bernilai Rp27,98 triliun sisanya, pengelolaannya oleh BPR,” papar Darwisman.. (win)

Editor: erwin

Share post:

Subscribe

spot_img

Popular

More like this
Related

Ini Jurus Bulog Guna Perkokoh Daya Beli Masyarakat: Siap Rilis Inovasi Terbarunya: Beras SPHP 2 Kilo Gram

PENTAS.TV - BANDUNG, Beragam dinamika yang terjadi, seperti konflik...

Penguatan Sinergi Media Dan Lintas Sektor Dalam Mendukung Program Bangga Kencana Provinsi Jawa Barat Tahun 2026

PENTAS.TV-BANDUNG,  Dalam rangka meningkatkan kualitas pembangunan keluarga di Provinsi...

Soal Longsor Petak Maswati-Sasaksaat, KAI: Mayoritas Penumpang Ciremai Lakoni Oper Stapen

PENTAS.TV - BANDUNG, Banyak faktor yang bisa menjadi penyebab...

KAI: Evakuasi Tuntas, Kereta Bisa Kembali Melintasi Petak  Maswati-Sasaksaat yang Tertimbun Longsor, Tapi…

PENTAS.TV - BANDUNG, Kendala non-teknis kembali dialami korporasi Badan...