PENTAS.TV – BANDUNG, Predikat dan status kereta sebagai moda transportasi terfavorit dan primadona publik semakin nyata. Fakta dan indikator terbarunya yakni kereta menjadi pilihan utama para turis atau wisatawan mancanegara (wisman) selama 2025.
Anne Purba, Vice President Public Relations & Corporate Communication PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero), mengatakan, selama Januari-Desember 2025, ratusan ribu orang wisman bepergian menggunakan kereta jarak jauh untuk menuju berbagai destinasi wisata di tanah air.
“Jumlah wisman yang kami layani dan akomodir kebutuhannya oleh kereta jarak jauh selama 2025 berjumlah 694.123 orang,” tandas Anne Purba, dalam keterangannya.
Anne Purba mengatakan, realisasi volume penumpang berstatus wisman tersebut, terus bertambah sejak 2022.
Pada 2022, kata dia, jumlah wisman yang memilih pelesir menggunakan kereta berjumlah 300.708 orang.
Tahun berikutnya, yaitu 2023, jumlahnya lebih banyak. Yakni, sebut dia, menjadi 580.995 orang.
Lalu, pada 2024, sambungnya, wisman yang menggunakan kereta untuk bertamasya atau menuju sejumlah destinasi wisata kembali bertambah menjadi 669.226 orang.
Dia mengungkapkan, dua bulan awal semester II, yakni Juli 2025 dan Agustus 2025, merupakan periode tersibuk bagi jajarannya melayani para wisatawan. Kala itu, ujar dia, jumlahnya masing-masing sebanyak 89.526 orang dan 89.116 orang.
Tentu saja, berjubelnya wisman yang memilih kereta sebagai moda transportasi pilihannya selama berlibur di tanah air, sahutnya, membuat beberapa stasiun super sibuk.
Anne Purba menuturkan, selama 2025, ada stasiun berpredikat The Big Three tersibuk melayani kebutuhan para wisman.
Posisi terdepan, katanya, adalah Stasiun Tugu Yogyakarta, yang melayani 126.768 orang turis. Posisi ke-2 dan ke-3, kata Anne Purba, yakni Stasiun Gambir dan Stasiun Bandung.
“Jumlah wisman yang terlayani di Stasiun Gambir dan Stasiun Bandung selama 2025, masing-masing sebanyak 114.877 orang serta 70.271 orang.
Lalu, tambah Anne Purba, sebanyak 38.669 orang wisman memadati Stasiun Pasar Senen. Di Surabaya Gubeng dan Malang, imbuh dia, pihaknya melayani sebanyak 31.713 orang wisman serta 25.874 orang wisman.
Kemudian, sahut Anne Purba, Stasiun Semarang Tawang menjadi stasiun tersibuk ketujuh melayani wisman selama 2025, yakni berjumlah 23.695 orang.
Tiga stasiun selanjutnya, kata Anne Purba, yaitu Probolinggo, Surabaya Pasar Turi, dan Solo Balapan, juga termasuk stasiun tersibuk.
“Di Stasiun Probolinggo, kami melayani 20.540 orang wisman. Sedangkan di Surabaya Pasar Turi dan Solo Balapan, kami mengakomodir sebanyak 14.798 orang serta 13..566 orang wisman,” beber Anne Purba.
Mantan Vice President Corporate Secretary PT KAI (Persero) Commuter Line Indonesia (KCI) ini mengemukakan, masifnya jumlah penumpang berstatus wisman itu memperkokoh predikat kereta, termasuk kereta jarak jauh, sebagai moda transportasi pilihan utama masyarakat.
Selain itu, ratusan ribu penumpang wisman itu pun, lanjutnya, secara tidak langsung, membuktikan bahwa kereta berkontribusi pada perkembangan ekonomi, khususnya sektor kepariwisataan. (win/*)














