Berapa Banyak Stok Beras Nasional? Benarkah Volumenya Lampaui 3 Juta Ton? Bulog Kasih Penjelasan Begini

0
Tumpukan beras yang tersimpan pada sebuah gudang Perum Bulog. (Instagram)

PENTAS.TV – BANDUNG, Banyak elemen yang bisa menjadi landasan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat. Di antaranya ketahanan dan stabilitas pangan,, baik stok maupun harga.

Karena itu, agar stabilitas dan ketahanan pangan semakin kuat, korporasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor pangan, Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog), secara aktif, melakukan penyerapan beras atau gabah kering setara beras produksi petani.

Hal itu agar ketersediaan pangan nasional mumpuni sekaligus meminimalisir kebergantungan pada impor.

Lalu, berapa banyak stok beras nasional saat ini?

Dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah bertempat di Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), belum lama ini, Rini Andrida, Kepala Divisi (Kadiv) Perencanaan Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog, mengungkapkan, posisi stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP), hingga 24 Agustus 2025, sangat aman dan berlimpah.

“Volumenya hampir mencapai 4 juta ton. Tepatnya, sekitar 3,91 juta ton,” tandas Rini Andrida.

Stok CBP itu, lanjutnya, belum termasuk ketersediaan beras komersil, yang bervolume 8.950 ton. Artinya, jelas dia, secara kumulatif, pihaknya mengelola 3,92 juta ton CBP.

Rini Andrida menuturkan, berlimpahnya stok tidak statis, justru lebih dinamis. Itu karena, kata dia, stok-stok beras itu tersalurkan pada program pemerintah.

Di antaranya, sebut Rini Andrida, Bantuan Pangan Beras. Selain itu, sambungnya, penyalurannya melalui program Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Bicara soal pengadaan beras atau gabah kering setara beras, Rini Andrida mengungkapkan, totalnya sebanyak 2,86 juta ton.

Menyinggung penyaluran Program Beras SPHP, Rini Andrida mengklaim, bahwa saat ini, volumenya 70.519 ton. Target penyalurannya yang ditetapkan pemerintah hingga Desember 2025, sebut dia, yakni 1,3 juta ton.

Meski baru sekitar 5 persen, sambung dia, realisasi penyaluran Beras SPHP hampir sesuai target pendistribusian berdasarkan pengarahan Kemendagri, yakni 7 ribu ton per hari.

Bahkan, informasi terbaru yang disampaikan Ahmad Rizal Ramdhani, Direktur Utama Perum Bulog, volume penyaluran Beras SPHP pada 25 Agustus 2025, rata-rata sebanyak 8 ribu ton per hari.

Secara kumulatif, pendistribusian Beras SPHP selama 2025 bervolume melebihi 259 ribu ton.

Rini Andrida menambahkan, agar pendistribusian Beras SPHP lebih agresif mengingat kondisi dan situasi di daerah-daerah bervariasi, baik dalam hal channeling penyaluran maupun penjualan, pihaknya mengaktifkan beberapa channeling pendistribusian.

Antara lain, sahutnya, melalui agenda Gerakan Pangan Murah (GPM), yang merupakan hasil kolaborasi dengan kementerian, BUMN, dan pemerintah daerah.

Lalu, sambungnya, para pedagang dan pengecer pasar tradisional. Kemudian, imbuh dia, pihaknya juga melibatkan Usaha Mikro-Kecil-Menenhah (UMKM) , yakni Rumah Pangan Kita (RPK).

“Termasuk para pelaku pasar moderen atau peritel,” tambah dia

Sedangkan realisasi Program Bantuan Pangan, ujarnya, saat ini, volume penyalurannya sebanyak 352.641 ton atau 96,47 persen perencanaan yang jumlahnya 365,541 ton

“Ada beberapa daerah yang penyaluran Program Bantuan Pangan masih berlangsung. Target kami, program ini tuntas 100 persen pada akhir Agustus 1025,” paparnya. (win/*)