PENTAS.TV – BANDUNG, Semakin tidak terbantahkan bahwa kereta memang merupakan moda transportasi terfavorit, tidak hanya angkutan penumpang tetapi juga barang.
Pasalnya, pemanfaatan kereta sebagai moda transportasi publik dan angkutan barang lebih efektif daripada kendaraan umum, baik bus maupun truk, termasuk kendaraan pribadi.
Dalam hal mobilitas penumpang, kereta lebih efisien daripada bus. Itu karena kapasitasnya melebihi moda transportasi darat lainnya.
Begitu pula dengan angkutan barang dan logistik. Kereta punya kemampuan untuk mengangkut barang bervolume lebih banyak daripada truk.
Soal efektivitas pun, kereta lebih unggul. Pasalnya, kereta tidak mengenal kepadatan dan kemacetan. Hal itu membuat perjalanan kereta lebih tepat waktu.
Bicara soal angkutan barang, di Wilayah 2 Bandung, PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero) turut memperlancar pendistribusian.
Kuswardoyo, Manager Hubungan Masyarakat Humas PT KAI (Persero) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung, mengemukakan, selama periode Januari-Desember 2024, pihaknya mendistribusikan 11.287 ton melalui angkutan barang.
“Tahun ini, yaitu Januari-Juli 2025, di wilayah kerja kami, volume angkutan barang dan logistik yang terdistribusikan bervolume 6.828 ton,” tandas Kus, sapaan akrabnya.
Pria bertubuh mungil ini meneruskan, jenis-jenis barang dan logistik yang terdistribusikan itu bervariatif.
Antara lain, sebut mantan Manager Humas PT KAI (Persero) Daop 7 Madiun itu, barang kemasan, makanan, dan tumbuh-tumbuhan.
“Selain itu, ada juga beragam produk UMKM (Usaha Mikro-Kecil-Menengah), komoditas TPT (tekstil dan produk tekstil), serta sepeda motor.,” paparnya.
Jenis keretanya, ujar dia, yaitu Parcel Selatan. Kapasitas angkutnya, ucap dia, yakni 120 ton.
“Selain itu, ada juga kereta BHP (Barang Hantaran Paket) berkapasitas 20 ton. Parcel Selatan dan BHP tergabung dalam satu kereta dan t erangkai dengan kereta penumpang,” urainya.
Soal titik-titik keberangkatan angkutan barang dan logistik, Kus menyebut beberapa stasiun. Yakni, ujarnya, Stasiun Bandung, Kiaracondong, Leles, Cipeundeuy, Tasikmalaya, dan Banjar.
Agar seluruh kebutuhan angkutan logistik dan barang terakomodir, mantan Manager Public Relations Light Rail Transit LRT Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi (Jabodebek) i i membeberkan, pihaknya berkomitmen untuk terus menyempurnakan pelayanannya.
Ini, pungkasnya, tidak hanya melayani dan mengakomodir kebutuhan, tetapi juga mempermudah sekaligus memperlancar sistem logistik. (win/*)