PENTAS.TV – BANDUNG, Bagi setiap korporasi public service, melayani dan mengakomodir kebutuhan masyarakat, termasuk sektor transportasi, merupakan aspek dan keniscayaan mutlak.

Karena itu, demi terakomodir dan terlayaninya kebutuhan transportasi masyarakat secara sempurna, prima, dan optimal pada periode Masa Angkutan Idul Fitri 2026, yang bergulir 11 Maret-1 April 2026, PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero) menyiapkan jurus-jurus ampuhnya.

“Agar kebutuhan transportasi masyarakat, terutama selama periode Masa Angkutan Idul Fitri 2026, terakomodir dan terlayani secara optimal, banyak persiapan yang kami lakukan,” tandas Awan Hermawan Purwdinata, Direktur Operasional PT KAI (Persero), seusai Apel Gelar Pasukan Pos Komando (Posko) Angkutan Idul Fitri 2026 di halaman Stasiun Bandung.

Jurus-jurus ampuh itu, kata Awan Hermawan Purwdinata, meliputi kesiapan seluruh fasilitas, baik stasiun ,jalur, sistem persinyalan, termasuk armada, baik lokomotif maupun rangkaian kereta.

Kemudian , ujarnya, memperketat serta lebih mengintensifkan pengawasan Daerah Pemantauan Khusus (Dapsus) atau titik-titik rawan bencana hidrometeorologi, seperti longsor, banjir, dan sebagainya.

“Di Wilayah 2 Bandung, ada sekitar 55 itik Dapsus, baik rute mengarah timur maupun barat,” ujarnya.

Kiat selanjutnya, tukasnya, pihaknya mengerahkan seluruh Sumber Daya Manusia (SDM). Cakupannya antara lain, sebut dia, petugas pelayanan dan pengamanan internal.

Selain Kepolisian Khusus Kereta (Polsuska) dan pengamanan internal, sambungnya, pihaknya pun berkoordinasi dengan jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI)-Kepolisian Republik Indonesia (Polri) demi kondusivitas seluruh perjalanan periode Masa Angkutan Idul Fitri 2026.

“Kami juga melakukan ramp check (inspeksi jalur) untuk memastikan kelaikan dan keamanan,” kata Awan Hermawan Purwdinata.

Dia melanjutkan, soal fasilitas, Awan Hermawan Purwdinata menegaskan, seluruhnya dalam kondisi siap.

Ditopang sejumlah fasilitas, pendukung, secara optimal, seluruh stasiun, tegasnya, siap melayani dan mengakomodir kebutuhan transportasi masyarakat.

Misalnya, beberapa stasiun dilengkapi Face Recognition untuk mempercepat, mengefektifkan, dan mengefisienkan proses boarding penumpang, sekaligus mengantisipasi terjadinya dugaan aksi kriminal.

“Pasalnya, melalui Face Recognition ,kami bisa mengidentifikasi setiap penumpang. Jadi, jika terjadi dugaan aksi kriminal, hal ini bisa segera teratasi,” tukasnya.

Seluruh armada pun, baik lokomotif maupun rangkaian kereta, imbuhnya, juga dalam kondisi laik operasional.

Itu karena, jelasnya, pihaknya tidak hanya perbaikan, tetapi juga, secara rutin dan berkala, melakukan pemeriksaan, perawatan dan pemeliharaan

“Baik secara bulanan (P1), triwulanan (P3), semesteran (P6) maupun tahunan (P12),” ujarnya

Tidak itu saja, pihaknya juga lebih intensif menjaga dan mengawasi titik-titik perlintasan sebidang. Hal itu, sahutnya, agar terciptanya kondusivitas seluruh perjalanan sekaligus mengantisipasi dan meminimalisir risiko kecelakaan,” pungkasnya. (win/*)