PENTAS.TV – BANDUNG, Banyak aspek yang menjadikan sebuah negara kuat dan tangguh. Selain perekonomian yang sehat dan menciptakan kesejahteraan masyarakat, juga ditopang oleh sistem pertahanan serta keamanan yang mumpuni.

Karena itu, sebagai korporasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor teknologi dan pertahanan sekaligus holding DEFEND.ID, PT Len Industri (Persero) punya segudang strategi dan inovasi guna memperkuat sistem pertahanan serta keamanan nasional.

Bukti terkini, dalam demo produk di Kementerian Pertahanan, korporasi yang bermarkas di Jalan Soekarno-Hatta 442 Bandung tersebut memperkenalkan serta menampilkan teknologi inti sistem tempur kapal perang.

Joga Dharma Setiawan, Direktur Utama PT Len Industri (Persero), mengemukakan, pada demo produk di Kementerian Pertahanan itu, pihaknya menampilkan Combat Management System (CMS) MANDHALA Mk2.

“CMS MANDHALA Mk2. punya peran vital, yakni pusat kendali sistem tempur kapal perang,” tandas Joga Dharma Setiawan.

Desainnya, jelas dia, sistem ini bisa ter implementasikan pada berbagai platform kapal TNI Angkatan Laut.

Dia menjelaskan, CMS MANDHALA Mk2, yang didukung pelayanan after sales service di dalam negeri dan memiliki persentase tingkat komponen dalam negeri (TKDN) yang besar, mengintegrasikan berbagai sensor, radar, sistem komunikasi, navigasi, dan persenjataan dalam satu platform terpadu.

Secara real time, lanjutnya, platform itu menampilkan informasi taktis sehingga membantu pengambilan keputusan dalam operasi tempur.

Joga Dharma Setiawan menyatakan, pengembangan CMS MANDHALA Mk2 merupakan inovasi dan upaya strategis jajarannya menyempurnakan dan memperkuat teknologi pertahanan nasional.

Dia meneruskan,produk inovasi lainnya dalam demo tersebut yakni Tactical Data Link (TDL) LINK ID.

Teknologi ini, tuturnya, memungkinkan terjadinya pertukaran data taktis secara real time antar-platform militer, baik kapal perang, pesawat pesawat, ranpur, kendaraan taktis (rantis), maupun Pusat Komando Pengendali (Puskodal).

Secara efektif dan aman, lanjutnya, TDL LINK.ID, mendukung koordinasi taktis operasi gabungan lintas matra, multi-platform.

Pasalnya, tukas dia, koordinasi tersebut melalui jaringan radio komunikasi, satelit komunikasi, dan jaringan komunikasi terestrial.

Selain itu, ungkap dia, berkenaan dengan navigasi kapal, pihaknya mengembangkan Navigation Data Distribution Unit (NDDU) CENTRINAV.

Fungsinya, kata Joga Dharma Setiawan, sebagai pusat distribusi data navigasi yang dihasilkan sensor-sensor navigasi pada berbagai sistem lain pada kapal perang, yang membutuhkan data navigasi.

Sistem ini, terangnya meliputi Antara lain CMS, ECDIS, sistem persenjataan, dan surveillance radar. “Produk ini memastikan operasional seluruh sistem kapal secara sinkron dan akurat,” ucap Joga Dharma Setiawan.

Marsekal Madya (Marsdya) Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Udara (AU) Yusuf Jauhari, M.Eng, Kepala Badan Logistik Pertahanan Kementerian Pertahanan, mengatakan, teknologi ini termasuk upaya memperkuat kemandirian industri pertahanan nasional sekaligus mendukung modernisasi alat utama sistem senjata.(alutsista) Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Jenderal TNI AU bintang tiga ini berpendapat, tampilnya produk inovatif PT Len Industri (Persero) pada demo produk alutsista itu menjadi sebuah forum sekaligus upaya strategis memperkokoh sinergi pemerintah, industri, dan end user sehingga sistem teknologi pertahanan semakin kuat serta berkembang. (win/*)