PENTAS.TV – BANDUNG, Dalam sektor apa pun, termasuk, transportasi, semakin nyaman dan optimalnya pola pelayanan, hal itu menjadi sebuah nilai tambah yang luar biasa.
Seperti yang terus dilakukan korporasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor transportasi publik, PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero) Group.
Satu buktinya, berkat terlayani dan terakomodirnya kebutuhan transportasi masyarakat secara prima dan optimal, publik cenderung menjadikan dan memfavoritkan kereta sebagai moda transportasi massal utamanya.
Indikatornya, membludaknya volume penumpang pada momen-momen tertentu, semisal periode Idul Fitri.
Dalam keterangannya, Karina Amanda, Vice President Corporate Secretary PT KAI (Persero) Commuter Line Indonesia (KCI), yang merupakan anak usaha PT KAI (Persero), selama bergulirnya Masa Angkutan Idul Fitri tahun ini, yaitu sejak 11 Maret 2026, hingga kini, di Wilayah 2 Bandung, volume penumpang Commuter Line membludak.
“Secara kumulatif, di Wilayah 2 Bandung, kami melayani dan mengakomodir kebutuhan transportasi sebanyak 1.318.185 orang penumpang,” tandas Karina Amanda.
Wanita berambut pendek ini menjelaskan, jika secara rata-rata, selama periode Masa Angkutan Idul Fitri 2026, sebanyak 65.909 orang penumpang terlayani dan terakomodir kebutuhan transportasinya.
Momen terjadinya volume penumpang paling masif selama periode itu, lanjutnya, yakni pada 23 Maret 2026. Kala itu, ujarnya, pihaknya melayani sebanyak 87.500 orang penumpang.
Terakomodirnya kebutuhan transportasi jutaan orang penumpang Commuter Line di Wilayah 2 Bandung itu, kata dia, berkat aktivasi 57 perjalanan per hari.
Karina Amanda menuturkan, pertambahan volume penumpang termasif selama Masa Angkutan Idul 2026, yakni periode 22-25 Maret 2026.
Saat itu, tukasnya, volume penumpang Commuter Line di Wilayah 2 Bandung berjumlah 341.763 orang.
“Sedangkan pada masa Posko (Posko) Masa Angkutan Idul Fitri tahun ini, yakni periode 13-30 Maret ,2026, volume penumpang Commuter Line berjumlah 1.225.677 orang.
Secara umum, kata dia, realisasi volume penumpang Commuter Line di Wilayah 2 Bandung tersebut setara 96 persen proyeksi awal, yaitu 1.366.941 orang.
Prediksinya, sahut Karina Amanda, tidak tertutup kemungkinan, volume penumpang Commuter Line di Wilayah 2 Bandung masih bertambah.
“Masa Angkutan Idul Fitri tahun ini masih tersisa satu hari lagi, yakni hingga 1 April 2026. Sangat mungkin, volume penumpang bertambah, melebihi proyeksi awal,” paparnya.
Karina Amanda menambahkan, selama Masa Angkutan Idul Fitri 2026, di Wilayah 2 Bandung, ada beberapa stasiun berkatagori tersibuk melayani penumpang.
Stasiun Bandung, yang berlokasi tepat di pusat Kota Kembang, sambung dia, menjadi yang tersibuk. Di titik ini, kata dia, volume penumpangnya sebanyak 179.619 orang.
Predikat runner-up stasiun tersibuk selama Masa Angkutan Idul Fitri 2026 yakni Cicalengka. Totalnya, sebut dia, pada periode tersebut, sebanyak 140.488 orang penumpang terakomodir kebutuhan transportasinya.
Berikutnya, tambah Karina Amanda, adalah Stasiun Cikarang dan Padalarang. Jumlah penumpang di dua stasiun tersebut, masing-masing sebanyak 139.326 orang dan 104.989 orang.
Kesibukan pelayanan pun terjadi di Stasiun Rancaekek. Fasilitas pelayanan yang berlokasi di timur Kota Bandung ini, ucapnya , melayani 88.645 orang penumpang. (win /*)



