PENTAS TV – BANDUNG, Terjadinya beragam dinamika global, berpengaruh pada berbagai sektor ekonomi, termasuk jasa keuangan.
Walau demikian, tidak sedikit industri perbankan nasional yang justru tetap membukukan,bahkan menggeliatkan performa dan kinerjanya.
Adalah perbankan swasta nasional berstatus raksasa, PT Bank Central Asia (BCA)Tbk sebagai satu buktinya.
Kepada media, dalam paparan kinerja, Hendra Lembong, Presiden Direktur PT BCA Tbk, mengklaim bahwa hingga periode 2025 berakhir, pihaknya berhasil menorehkan performa dan kinerja apik.
Satu indikatornya, ujar dia, yakni perolehan laba bersih. “Hingga 31 Desember 2025, nilai perolehan laba bersih yakni Rp57,5 triliun. Nilai itu lebih banyak 4,9 persen daripada pencapaian akhir Desember 2024,” tandasnya.
Dia menjelaskan, bertambahnya perolehan laba tersebut berkat moncernya sejumlah ini bisnis. Di antaranya, kata Hendra Lembong, yakni raupan Net Interest Income (NII) alias pendapatan bunga bersih.
Secara tahunan, tuturnya, pada akhir triwulan IV 2025, pihaknya membukukan NII yang bertambah 4,1 persen.
Tentunya, lanjut dia, pergerakan positif NII tersebut berkat gacornya penyaluran kredit atau pembiayaan.
Hingga berakhirnya periode 2025, lanjut Hendra Lembong, secara total, pihaknya menyalurkan kredit atau pembiayaan bernilai sekitar Rp993 triliun.
“Perbandingannya dengan akhir Desember 2024, penyaluran kredit hingga Desember 2025, lebih banyak 7,7 persen,” papar dia.
Nilai penyaluran pembiayaan termasif pada Desember 2025, sebut dia, yakni kredit usaha. Nominalnya, kata Hendra Lembong, Rp756,5 triliun, bertambah 9,9 persen secara tahunan.
Lalu, sambungnya, kredit konsumer. Pada segmen ini, tukasnya, hingga Desember 2025, pihaknya menyalurkan pembiayaan bernilai Rp224,3 triliun.
“Sebanyak Rp142,3 triliun di antaranya, berupa penyaluran KPR (Kredit Pemilikan Rumah), dan KKB (Kredit Kendaraan Bermotor), yang nominalnya Rp56,6 triliun,” urai dia.
Kemudian, penyaluran kredit konsumer lainnya,semisal Credit Card atau kartu kredit, ujarnya, bernilai Rp25,2 triliun.
Sebagai mitra pemerintah, Hendra Lembong menyatakan, pihaknya pun turut menyukseskan program 3 juta rumah yang digulirkan pemerintah, yakni KPR Subsidi atau berskema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
Khusus pembiayaan berkelanjutan, Hendra Lembong membeberkan, hingga Desember 2025, nominalnya bertambah 11,7 persen secara tahunan atau menjadi Rp255 triliun.
Nilai tersebut, jelasnya, setara 25,8 persen total pembiayaan. Menggeliatnya penyaluran pembiayaan berkelanjutan tersebut, terang dia, berkat bergairahnya pendanaan The Newable & Renewable Energy alias Energy Baru-Terbarukan (EBT), yang nominalnya Rp6,2 triliun.
Berkaitan dengan EBT, tambahnya, pihaknya pun turut berkontribusi dalam pembentukan ekosistem kendaraan listrik.
Caranya, sebut dia, menyalurkan Kredit Kendaraan Bermotor Listrik (KKBL), yang nilainya Rp3,6 triliun, bertambah 53 persen secara tahunan.
Luar biasanya, tegas dia, gacornya penyaluran kredit selama 2025 tersebut diimbangi oleh pergerakan positif rasio Non-Performing Loan (NPL). Pada Desember 2025, posisi rasio NPL yakni 1,7 persen.
Melihat pergerakan positif tersebut, Hendra Lembong mencetuskan, tahun ini, pihaknya siap menyalurkan pembiayaan yang bernilai lebih masif 8-10 persen daripada 2025.
Tidak hanya kredit, ungkapnya, indikatora apik dan cemerlangnya perbankan berkode emiten BBCA ini, Hendra Lembong menyampaikan, pihaknya pun memperoleh kepercayaan besar masyarakat untuk mengelola pendanaan dalam bentuk Dana Pihak Ketiga (DPK).
Posisi DPK pada akhir Desember 2025 yang pihaknya kelola, beber dia, yaitu Rp1.249 triliun, bertambah 10,2 persen secara tahunan.
Terdiri atas, ucap dia, Current Account-Saving Account (CASA) alias dana murah berupa tabungan dan giro bernilai Rp1.045 triliun.
“Sisanya, berupa dana mahal berbentuk deposito,” ucapnya. (win /*)














