PENTAS.RV – BANDUNG, Bagi industri otomotif nasional, Januari-Desember 2025 merupakan periode sulit. Pasalnya, kinerja penjualan hampir seluruh Agen Pemegang Merek (APM) terkontraksi.
Meski demikian, pabrikan raksasa asal Jepang, Toyota Motor Corporation, tetap berhasil membukukan kinerja ekspor mentereng pada periode 2025.
Selama 12 bulan periode 2025, PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), selaku perwakilan Toyota Motor Manufacturing Corporation, mengekspor 298.475 unit produknya secara utuh alias Completely Built Up (CBU) ke sekitar 100 negara.
Kepada media, Nandy Julyanto, Presiden Direktur PT TMMIN, menyatakan, realisasi tersebut berarti pihaknya berkontribusi 58 persen total ekspor otomotif Indonesia selama 2025.
Melihat pencapaian itu, Nandy Julyanto mencetuskan, tahun ini, pihaknya bertekad untuk memperbanyak volume ekspornya. Proyeksinya, sebut dia, menjadi 300 ribu unit CBU.
Nandy Julyanto mengatakan, masifnya volume ekspor CBU selama 2025 tersebut karena animo dan permintaan pasar global yang besar, tidak hanya market Asia dan Australia, tetapi juga kawasan Amerika.
Secara kumulatif, sejak pertama kali memutuskan untuk mengekspor produknya pada 1987, Nandy Julyanto mengungkapkan, jumlahnya melebihi 3 juta unit.
Nandy Julyanto menuturkan, ada dua produk ekspor CBU terfavorit dan primadona selama 2025. Kedua model itu berbasis elektrifikasi, yakni berkonsep Hybrid Electric Vehicle (HEV).
Yakni, sebutnya, The All New Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid dan The New Toyota Yaris Cross Hybrid.
Lalu, bagaimana dengan kinerja penjualan domestik selama 2025?
Di tanah air, PT Toyota Astra Motor (TAM), yang merupakan APM Toyota Motor Corporation, membukukan volume penjualan wholesales berjumlah 250.432 unit. Sedangkan realisasi penjualan secara retail sales, berjumlah 258.923 unit.
Artinya, di Bumi Nusantara, selama 2025, PT TAM menguasai 31,2 persen market share pasar mobil nasional. (win/*)














