PENTAS TV – BANDUNG, Sepertinya, prediksi sejumlah kalangan yang menyatakan bahwa kondisi 2026 lebih baik daripada 2025.
Satu indikatornya, tercermin pada performa apik dan mentereng yang ditunjukkan korporasi perbankan berlabel Badan Usaha Milik Negara (BUMN), PT Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk (Persero).
Dalam keterangannya, Nixon LP Napitupulu, Direktur Utama PT BTN Tbk (Persero), menyatakan rasa syukurnya atas pencapaian positif jajarannya pada dua bulan pertama 2026,
Mantan Corporate Secretary PT Bank Mandiri Tbk (Persero) ini mengungkapkan, pada periode Januar-Februari 2026, berkat penerapan strategi efisiensi biaya, pihaknya meraup laba bersih bernilai Rp503 miliar.
“Perbandingannya dengan Januari-Februari 2025, yang angkanya Rp132 miliar, pencapaian dua bulan perdana tahun ini bertambah sangat signifikan, yakni 281,9 persen,” tandasnya.
Nixon LP Napitupulu meneruskan, masif ya perolehan laba bersih pada Januari-Februari 2026 itu ditopang oleh bergeliat nya sejumlah lini bisnis. Antara lain, sebut dia, kredit.atau pembiayaan.
Selama dua bulan awal 2026, beber dia, pihaknya menggelontorkan dana kredit atau pembiayaan bernilai Rp341,16 triliun.
Secara tahunan, jelas Nixon LP Napitupulu, nilai penyaluran kredit atau pembiayaan tersebut bertambah 8,6 persen.
Gacornya penyaluran pembiayaan itu, sambung dia, berdampak positif pada perkembangan Interest Income atau pendapatan bunga bank.
“Kami mencatat perolehan interest income pada Januari-Februari 2026, yang perbandingannya dengan periode sama 2025, bertambah 11,7 persen atau menjadi Rp4,59 triliun,” papar dia.
Tidak hanya kredit atau pembiayaan, pada Januari-Februari 2026, Nixon LP Napitupulu mengklaim bahwa pihaknya pun semakin dipercaya publik.
Pasalnya, dalih dia, pada periode itu, pihaknya mengelola Dana Pihak Ketiga (DPK) yang secara tahunan, bertambah 13,2 persen atau menjadi Rp375,28 triliun.
Yang tidak kalah pentingnya, ujar dia, pada akhir bulan kedua 2026, pihaknya menambah pundi-pundi kekayaan berupa aset.
Dia mengemukakan, total aset yang pihaknya bukukan pada Januari-Februari 2026 bernilai super jumbo, yakni Rp459,29 triliun.
Dia meneruskan, perolehan nilai aset itu lebih berlimpah 12 ,2 persen apabila perbandingannya dengan dua bulan awal 2025. (win/*)














