PENTAS.TV – BANDUNG, Secara umum, selama 2025, perekonomian mengalami beragam dinamika dan tantangan yang tidak ringan.

Tentunya, kondisi itu berpengaruh pada performa dan kinerja berbagai sektor, termasuk jasa keuangan, khususnya perbankan.

Lalu, seperti apa pencapaian industri perbankan nasional, khususnya PT Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk (Persero) selama 12 bulan periode 2025?

Informasinya, pada triwulan pamungkas 2025, korporasi perbankan berlabel Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini membukukan laba bersih bernilai Rp1,2 triliun, melesat 30 persen secara tahunan.

Secara kumulatif, selama triwulan I-IV tahun ini atau Januari-Desember 2026, perbankan Merah Putih berkode emiten BBTN ini meraup laba bersih yang lebih banyak 16 persen daripada periode sama 2024 atau bernominal Rp3,5 triliun.

Ada sejumlah faktor yang menggeliatkan perolehan laba bersih tersebut. Yang terutama, adalah melesatnya Net Interest Income (NII) alias perolehan bunga bersih, yang selama Januari-Desember 2025, bergerak positif 57 persen.

Faktor berikutnya, yakni moncernya penyaluran pembiayaan atau kredit. Hingga Desember 2025, korporasi pelat merah yang tergabung dalam Himpunan Bank Negara (Himbara) ini menggelontorkan kredit yang nominalnya bertambah 7 persen secara tahunan, atau sesuai ekspektasi awal 2025, yang prediksinya menggeliat 7-9 persen.

Gacornya gelontoran kredit tersebut diimbangi oleh pergerakan positif rasio Non-Performing Loan (NPL). Saat periode Desember 2025 berakhir, rasio NPL Gross berada pada level 3,1 persen, lebih baik daripada posisi September 2025, yakni 3,4 persen.

Mengacu pada pergerakan positif itu, PT BTN Tbk (Persero) mencanangkan penyaluran kredit selama 2026 menggeliat 8-10 persen lebih masif daripada 2025.

Sedangkan rasio NPL Gross tahun ini, perbankan milik pemerintah ini memproyeksikan posisinya pada level maksimal 3 persen. (win/*)