PENTAS.TV – BANDUNG, Perubahan dan pergantian susunan kepemimpinan dalam sebuah korporasi merupakan hal yang lumrah.
Hal itu agar sebuah korporasi terus gaspol sehingga performa dan kinerjanya tetap apik dan mentereng.
Adanya perubahan susunan pucuk pimpinan tersebut, kali ini, dialami korporasi perbankan berlabel Badan Usaha Milik Negara (BUMN), PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk (Persero).
Perubahan susunan kepemimpinan tersebut berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB), pada pertengahan pekan ini, tepatnya 17 Desember 2025.
Uniknya, perubahan dan pergantian kepemimpinan perbankan berkode emiten BBRI ini lebih cepat daripada perkiraan.
Itu karena, agenda -LB ini bergulir hanya terpaut sembilan bulan sejak perbankan Merah Putih tersebut menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 24 Maret 2025.
Berdasarkan RUPS-LB kali ini, ada empat nama direksi yang harus meninggalkan posisinya. Putusan lainnya, menetapkan satu nama direksi untuk berkiprah pada posisi baru.
Secara aklamasi, RUPS-LB PT BRI Tbk (Persero) menyetujui penetapan Viviana Dyah Ayu Retno Kumalasari, yang selama ini berpredikat Direktur Finance & Strategy PT BRI Tbk (Persero), untuk berkiprah sebagai Wakil Direktur Utama PT BRI Tbk (Persero).
Sebelumnya, peran Wakil Direktur Utama PT BRI Tbk (Persero) merupakan yang sebelumnya menjadi tanggung jawab Agus Noorsanto.
Lalu, posisi yang ditinggalkan Viviana Dyah Ayu Retno Kumalasari, kini, diisi Achmad Royadi. Sosok lain yang berdasarkan RUPS-LB masuk jajaran dewan direksi yaitu Aris Hartanto.
Perannya yakni Direktur Consumer Banking PT BRI Tbk (Persero) menggantikan mantan direksi PT Bank Pembangunan Daerah Jabar-Banten Tbk (Perseroda) alias bank bjb, Nancy Adistyasari.
Putusan RUPS-LB lainnya yakni mempercayakan posisi Direktur Manajemen Risiko PT BRI Tbk (Persero) kepada Ety Yuniarti. Sebelumnya RUPS-LB, Mucharom yang berperan sebagai Direktur Manajemen Risiko PT BRI Tbk (Persero).
Satu nama berikut yang resmi berlabel direksi PT BRI Tbk (Persero) adalah Mahdi Yusuf. Perannya yakni Direktur Legal & Compliance PT BRI Tbk (Persero).
Sebagai informasi, pada akhir September 2025, korporasi pelat merah ini membagikan 50 persen laba bersihnya, yang bernilai Rp40,77 triliun, kepada para pemilik saham berupa dividen interim.
Ini berarti, nominal dividen interim yang dibagikan perbankan Merah Putih tersebut pada level Rp20,63 triliun.
Kabar berikutnya tentang jadwal pembagian Dividen Interim PT BRI Tbk (Persero) yakni Xum Dividen alias Pasar Reguler dan Negosiasi. Rencananya, agenda itu bergulir 29 Desember 2025.
Sedangkan realisasi pembayaran Dividen Interim yakni pada hari kedua tahun depan atau 2 Januari 2026. Tentunya, penerima Dividen Interim tersebut adalah para pemilik saham yang tercantum dalam Recording Date.
Dewan Komisaris PT BRI Tbk Persero hasil RUPST-LB
- Komisaris Utama: Kartika Wirjoatmodjo
- Wakil Komisaris Utama/Independen: Parman Nataatmadja
- Komisaris: Awan Nurmawan Nuh
4.;Komisaris: Helvi Yuni Moraza - Komisaris Independen: Edi Susianto
- Komisaris Independen: Lukmanul Khakim
Dewan Direksi PT BRI Tbk (Persero) hasil RUPS-LB
- Direktur Utama: Hery Gunardi
- Wakil Direktur Utama: Viviana Dyah Retno Kumalasari
- Direktur Legal & Compliance: Mahdi Yusuf
- Direktur Operations: Hakim Putratama
- Direktur Corporate Banking: Riko Tasmaya
- Direktur Network dan Retail Funding: Aquarius Rudianto
- Direktur Treasury dan International Banking: Farida Thamrin
- Direktur Micro: Akhmad Purwakajaya
9 Direktur Commercial Banking: Alexander Dippo Paris Y S - Direktur Consumer Banking: Aris Hartanto
- Direktur Finance & Strategy: Achmad Royadi
- Direktur Manajemen Risiko: Ety Yuniarti
- Direktur Information Technology: Saladin Dharma Nugraha Effendi. (win/*)














