PENTAS.TV – BANDUNG, Selama 10 bulan pertama 2025, kinerja industri otomotif nasional lebih melempem daripada periode sama tahun lalu.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), volume penjualan mobil pada Januari-Oktober 2025, terkontraksi sekitar 10,6 persen secara tahunan.
Kondisi itu dialami hampir seluruh Agen Pemegang Merek (APM) ternama, Adalah PT Honda Prospect Motor (HPM), selaku APM Honda Motor Company.
Karenanya agar kinerja penjualannya di Indonesia kembali bergairah, PT HPM bekerja keras dan mempersiapkan beragam jurus .
Informasinya, jurus terbaru yang disiapkan PT HPM yakni segera merilis model terbarunya yang berbasis elektrifikasi untuk pasar tanah air. Rumornya, model terbaru itu yakni Honda Super One.
Beredarnya rumor tentang kehadiran Honda Super One bukan tanpa alasan. Kabarnya, PT HPM melakukan test drive Honda Super One. Terlebih, varian elektrik itu terciduk kamera hilir mudik di sebuah daerah Bumi Khatulistiwa.
Menanggapi rumor itu, pada ajang Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) 2025, Yusak Billy, Sales & Marketing Director PT HPM, mengiyakan adanya test drive tersebut.
“Itu (test drive) termasuk program pengujian secara global. Lokasinya tidak hanya Indonesia, tetapi di beberapa negara,” tandas Yusak Billy.
Melalui pengujian itu, lanjutnya, pihaknya ingin mengetahui dan memastikan kesiapan berbagai aspek dan elemen pendukung.
Misalnya, sebut dia, kesiapan infrastruktur. Lalu, sambungnya, soal pengisian daya baterai. Kemudian, ujar dia, kondisi jalan.
Yusak Billy mengatakan, hingga kini, tidak hanya fitur-fiturnya, Honda Motor Company pun masih merahasiakan spesifikasi Honda Super One.
Meski demikian, Yusak Billy membeberkan bahwa varian elektrik itu berbasis e: Dash Booster.
Isunya, Honda Super One dilengkapi beberapa fitur canggih. Misalnya, The Boost Mode (BM) dan The Active Sound Control (ASC).
Yusak Billy menuturkan, Honda Super One punya keunikan. Antara lain, mobil ini berukuran mungkin. Uniknya, Honda Super One bukan berkatagori Ke-i Car, melainkan City Car Hatchback, seperti “saudara tuanya”, Honda Brio Series.
Itu karena, ukuran Honda Super One lebih bongsor daripada Kei Car. Penampilannya pun sporty, tidak seperti Kei Car pada umumnya.
(win/*)














