PENTAS.TV – BANDUNG, Beragam upaya terus dilakukan pemerintah beserta seluruh instansi dan lembaganya agar perekonomian nasional tetap stabil, bahkan bergeliat. Satu di antaranya yakni Bank Indonesia (BI).
Lalu, apa yang disiapkan BI agar ekonomi nasional tetap menggeliat?
Supaya perekonomian nasional bergairah, pada awal 2026, BI membuat sebuah keputusan. Berdasarkan Rapat Dewan Gubernur (RDG) periode 20 Januari 2026, bank sentral Bumi Pertiwi ini memutuskan untuk tidak mengubah suku bunga acuan.
Mengacu pada RDG itu, BI menetapkan suku bunga acuan pada level 4,75 persen. Putusan lainnya, BI pun tidak mengubah suku bunga deposit facility dan lending facility, yakni masing-masing tetap pada posisi 3,75 persen serta 5,5 persen.
Kepada media, Perry Warjiyo, Gubernur BI, menuturkan, putusan untuk tidak mengubah suku bunga acuan, termasuk deposit facility dan lending facility, membuktikan konsistensi jajarannya yang fokus untuk stabilisasi perekonomian, termasuk nilai tukar rupiah.
Agar perekonomian nasional tetap stabil dan bergeliat, Perry Warjiyo menegaskan, pihaknya berkomitmen untuk terus memperkuat efektivitas proses pelonggaran kebijakan makro-prudensial dan moneter yang selama ini bergulir.
Tidak itu saja, lanjutnya, pihaknya, yang mengestimasikan inflasi 2026-2027 pada level 2,5 persen plus minus 1 persen, juga, secara cermat dan lebih lanjut, memantau dan mengkaji potensi pengurangan suku bunga acuan demi bergairahnya perekonomian nasional. (win/*)














