PENTAS.TV – BANDUNG, Kerusakan alam akibat ulah dan perilaku manusia, misalnya penebangan pohon, pembuangan sampah secara sembarang seperti pada sungai, dan lainnya, bisa berakibat fatal.
Buktinya, beberapa wilayah di tanah air dilanda bencana hidrometeorologi, seperti banjir. Setelah Aceh dan Sumatera Utara yang diterapkan banjir dahsyat, kali ini, wilayah Utara Jawa, yakni sekitar Daerah Khusus Ibu Kota (DKI) Jakarta dan Semarang yang terendam banjir.
Satu dampaknya yakni terganggunya perjalanan kereta, baik dari dan ke DKI Jakarta, maupun lintas utara Jawa.
Melihat kondisi itu, demi keselamatan dan keamanan perjalanan, PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero) memutuskan untuk membatalkan beberapa perjalanan kereta keberangkatan 18 Januari 2026.
Di Wilayah 2 Bandung atau rute yang melintasi wilayah tersebut, secara keseluruhan, korporasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dahulu bernama Perusahaan Umum Kereta Api (Perumka) ini menghentikan beberapa perjalanan.
Antara lain, empat perjalanan Parahyangan (Bandung-Gambir pp), dua perjalanan Papandayan (Garut-Bandung-Gambir pp),, dan empat perjalanan Ciremai (Bandung-Cirebon-Semarang Tawang pp).
“Khusus kereta yang bertolak dari Wilayah 2 Bandung, kami pun memutuskan untuk membatalkan beberapa perjalanan kereta,” tandas Kuswardoyo, Manager Hubungan Masyarakat (Humas) PT KAI (Persero) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung.
Yakni, sebut Kus, sapaan akrabnya, KA 129 Papandayan (Garut-Bandung-Gambir) keberangkatan dari Stasiun Garut dan Bandung, pukul 12.40 WIB serta pukul 14.54 WIB
“Lalu, Ciremai (Bandung-Cirebon-Semarang Tawang) ,yakni KA 173 dan KA 172 keberangkatan Stasiun Bandung pukul 16.55 WIB,” ujar mantan Manager Humas PT KAI (Persero) Daop 3 Cirebon itu.
Kemudian, ujarnya, dua perjalanan Parahyangan (Bandung-Gambir), yaitu KA 133 dan KA 137, yang keberangkatannya dari Stasiun Bandung, masing-masing pukul 11.05 WIB serta 13.05 WIB.
Seraya menyatakan permohonan maaf atas pembatalan beberapa perjalanan itu, Kus menjelaskan, ada beberapa pertimbangan yang menjadi dasar jajarannya menghentikan sekaligus membatalkan beberapa rute perjalanan.
Utamanya, ujar dia, keselamatan dan keamanan perjalanan. Agar segala risiko terminimalisir, sambung dia, selain merekayasa, juga membatalkan beberapa perjalanan
Dasar rekayasa dan pembatalan perjalanan ini, dalih Kus, akibat genangan air pada jalur rel lintas utara dan rute barat dari arah Bandung, yakni sekitar kawasan DKI Jakarta.
Mantan Manager Humas PT KAI (Persero) Daop 7 Madiun itu meneruskan, pihaknya khawatir atas kemungkinan terjadinya stabilitas operasional kereta secara keseluruhan akibat genangan air tersebut.
Tentunya, lanjut dia, kondisi tersebut bisa mengganggu keamanan, keselamatan, kelancaran, dan kenyamanan perjalanan kereta.
Artinya, terang Kus, pembatalan perjalanan tersebut merupakan upaya preventif demi keamanan, kelancaran, keselamatan, dan kenyamanan perjalanan.
Kus menyatakan, para penumpang yang terdampak pembatalan tersebut, berhak membatalkan pembelian tiketnya melalui loket stasiun.
“Pembatalan pembelian tiket juga bisa melalui Contact Center KAI 121. Kami menyiapkan kompensasinya berupa pengembalian pembelian tarif tiket sebesar 100 persen, tetapi tidak termasuk biaya pemesanan, sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” paparnya.
Proses pembatalan pembelian tiket, tbahnya, maksimal 7 hari sejak jadwal keberangkatan.
Daftar kereta di Wilayah 2 Bandung yang mengalami pembatalan perjalanan
- KA 137B Parahyangan (Bandung-Gambir)26.
- KA 138B Parahyangan (Gambir-Bandung)
- KA 129B Papandayan (Garut-Gambir)30.
- KA 130B Papandayan (Gambir-Garut)
- KA 132B Parahyangan (Gambir-Bandung)
- KA 133B Parahyangan (Bandung-Gambir)
- KA 171-174 Ciremai (Semarang Tawang-Cirebon-Bandung)
- KA 173-172 Ciremai (Bandung-Cirebon-Semarang Tawang)














