PENTAS.TV – BANDUNG, Banyak aspek dan faktor yang berkaitan dengan keamanan, keselamatan, kelancaran, dan kenyamanan perjalanan.

Selain daya dukung seluruh fasilitas beserta infrastrukturnya, juga kualitas performa Sumber Daya Manusia (SDM), juga aspek yang sangat krusial.

Karena itu, demi keamanan, keselamatan, kelancaran, dan kenyamanan seluruh perjalanan, pada periode Masa Angkutan Idul Fitri 2026, yang bergulir 11 Maret-1 April 2026, korporasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor transportasi publik, PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero), mengimplementasikan jurus ampuh lainnya.

Yaitu, bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) menggelar pemeriksaan kondisi seluruh kru korporasi yang dahulu bernama Perusahaan Umum Kereta Api (Perumka) tersebut.

“Ini upaya untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya penyalahgunaan narkotika pada petugas operasional kami,, demi keamanan, keselamatan, kelancaran, dan kenyamanan perjalanan selama Masa Angkutan Idul Fitri 2026,” tandas Kuswardoyo, Manager Hubungan Masyarakat (Humas) PT KAI (Persero) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung, dalam keterangannya.

Kus, sapaan akrabnya, mengatakan, bersama BNN, secara mendadak, pihaknya menggelar inspeksi.

Sasarannya, kata dia, berbagai unsur petugas operasional. Antara lain, kru masinis dan para Pengatur Perjalanan Kereta Api (PPKA).

Pemeriksaan juga, lanjut Kus, menyasar petugas pengamanan, yaitu Kepolisian Khusus Kereta (Polsuska) dan security.

“Termasuk para petugas frontliner pelayanan, dan Posko (Pos Komando) Masa Angkutan Idul Fitri 2026,” ungkap mantan Manager Humas PT KAI (Persero) Daop 3 Cirebon tersebut.

Teknis pemeriksaan, tutur mantan Manager Public Relations Light Rail Transit (LRT) Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi (Jabodebek) ini, berlangsung secara random alias acak.

“Namanya juga mendadak, artinya inspeksi ini kami lakukan bersama BNN tanpa adanya pemberitahuan kepada seluruh kru dan petugas,” imbuh Kus

Inspeksi ini, sambung Kus, juga termasuk keseriusan dan komitmen kuat jajarannya berkenaan dengan penerapan standar keselamatan operasional.

Melalui agenda bersama BNN itu, Kus menyatakan, pihaknya ingin memastikan seluruh petugas dalam kondisi prima dan tidak terjerat dugaan penyalahgunaan narkotika.

“Ini juga upaya preventif kami mengantisipasi sekaligus meminimalisir terjadinya berbagai risiko yang membahayakan perjalanan kereta,” sambung dia.

Kus menegaskan, pihaknya sangat tidak toleran apabila terjadi dugaan penyalahgunaan narkotika khususnya oleh petugas operasional, yang secara langsung, berkaitan dengan keamanan, keselamatan, kelancaran, dan kenyamanan perjalanan.

“Tentu saja, kami tidak segan-segan bersikap tegas seandainya, ada petugas operasional yang terindikasi menyalahgunakan narkotika,” kata Kus. (win/*)