KAI Bikin Publik Jabar Selatan Semakin Girang, dan Full Senyum, Ini Penyebabnya:  Argo Wilis  Hadir di Stasiun Ciamis

0
Akhirnya, Stasiun Ciamis resmi menjadi titik keberangkatan dan kedatangan Argo Wilis. (Istimewa)

PENTAS TV – BANDUNG, Setiap korporasi, tidak terkecuali yang berlabel Badan Usaha Milik Negara (BUMN), tentunya punya beragam  cara dan kiat-kiat untuk memuaskan para konsumennya.

Begitu pula halnya dengan korporasi BUMN sektor transportasi publik, PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero).

Faktanya, korporasi yang dahulu bernama Perusahaan Umum Kereta Api (Perumka) itu terus berinovasi demi melayani dan mengakomodir kebutuhan masyarakat secara prima serta optimal.

Bukti terkini, PT KAI (Persero) membuat warga Kabupaten Ciamis dan sekitarnya full senyum.  Pasalnya, secara resmi, PT KAI (Persero) merealisasikan  keinginan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ciamis untuk membuka aksesibilitas transportasi demi perkembangan wilayah Jabar Selatan.

Caranya, secara resmi, pada 15 Juli 2025, PT KAI (Persero) menjadikan Stasiun Ciamis sebagai titik pemberhentian dan pemberangkatan Argo Wilis (Bandung-Surabaya Gubeng)

“Ini adalah sebuah sinergi antara kami dan Pemkab Ciamis untuk membuka aksesibilitas transportasi demi perkembangan  wilayah Jabar Selatan, khususnya Kabupaten Ciamis,” tandas Kuswardoyo, Manager Hubungan Masyarakat (Humas) PT KAI (Persero) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung.

Sejatinya, ungkap Kus, sapaan akrabnya, ada beberapa rangkaian kereta jarak jauh yang menjadikan Stasiun Ciamis sebagai titik pemberhentian dan pemberangkatan.

Kereta-kereta tersebut, kata mantan Manager Humas PT KAI (Persero) Daop 7 Madiun ini, yakni rute yang menuju Bandung, Jakarta, Yogyakarta, Kutoarjo, Malang, Surabaya, dan beberapa kota di Jateng serta Jatim lainnya.

Selain itu, lanjutnya, resminya Stasiun Ciamis sebagai titik pemberhentian dan pemberangkatan Argo Wilis juga untuk memperkuat mobilitas, baik barang maupun orang melalui pola  pelayanan transportasi yang aman, nyaman, dan efisien.

Seiring dengan hal ini, ujar mantan Manager Public Relations Light Rail Transit (LRT) Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi (Jabodebek) itu, seluruh rangkaian kereta jarak jauh terutama yang melintasi jalur selatan, berhenti di Stasiun Ciamis.

Uniknya, berhentinya Argo Wilis, yang termasuk kereta jarak jauh rute timur terfavorit, di Stasiun Ciamis tidak menyebabkan waktu tempuh Bandung-Surabaya Gubeng berubah atau menjadi lebih lama.

“Apabila tidak terjadi kendala non-teknis, Insyaa Allah, waktu tempuh Bandung-Surabaya Gubeng menggunakan Argo Wilis tetap sekitar 9 jam 40 menit,” kata Kus.

Kus menambahkan, begitu pula dengan waktu tempuh Surabaya Gubeng- Bandung. Waktu tempuhnya, sebut dia, tetap 9 jam 47 menit.

Selama ini, ungkapnya, Stasiun Ciamis merupakan titik terbanyak penumpang , yakni sebanyak  3.771 orang. Ribuan penumpang itu terlayani oleh beberapa kereta jarak jauh rute timur yang melintasi jalur selatan.

Antara lain, ujarnya, Serayu,  Pangandaran,  Kutojaya Selatan, Pasundan, Kahuripan, dan  Lodaya.

Harapannya, cetus Kus, berhentinya Argo Wilis di Stasiun Ciamis, tidak hanya memperkuat konektivitas, mobilitas,  dan memperluas aksesibilitas wilayah Jabar Selatan, tetapi juga bisa menggeliatkan kepariwisataan sehingga perekonomian lebih bergairah. (win)