PENTAS.TV – BANDUNG, Kendala non-teknis kembali dialami korporasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor transportasi, PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero). Kala itu, laju perjalanan Ciremai (Semarang Tawang-Bandung) terhenti akibat petak jalan Maswati-Sasaksaat tertimpa longsoran.
Efeknya, beberapa perjalanan kereta dari dan ke Wilayah 2 Bandung sempat mengalami pembatalan.
Namun, berkat kesigapan dan kerja keras PT KAI (Persero), pada 2 April 2026 pukul 03.20 WIB, petak jalan Maswati-Sasaksaat, bisa kembali dilintasi kereta.
“Alhamdulillah, proses evakuasi tuntas. Pada 2 April 2026, sekitar pukul 03.20 WIB, jalur itu bisa dilintasi (kereta) lagi,” tandas Kuswardoyo, Manager Hubungan Masyarakat (Humas) PT KAI (Persero) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung.
Akan tetapi, lanjut Kus, sapaan akrabnya, demi keamanan dan keselamatan, kereta-kereta yang melintasi lintas tersebut tetap harus melakukan dalam kecepatan yang terbatas, yakni 5 kilo meter per jam.
Itu karena, jelas dia, pihaknya masih tetap melakukan pembersihan sisa-sisa material longsoran yang masih terdapat pada jalur tersebut.
Seluruh upaya penanganan, jelas Kus, berlangsung secara intensif. Hal itu, sambungnya, sebagai upaya mempercepat pemulihan jalur dan memastikan keselamatan perjalanan kereta.
“Proses normalisasi terus kami lakukan. Fokusnya, memastikan agar dalam waktu dekat jalur ini bisa kembali dilalui kereta dalam kecepatan normal,” tutur mantan Manager Humas PT KAI (Persero) Daop 7 Madiun itu. (win)


