PENTAS.TV – BANDUNG, Mengutamakan dan memanjakan konsumen, memang, terkesan sepele. Namun ,dampaknya bisa sangat positif.

Nah, hal itulah yang terus dilakukan korporasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor transportasi publik, PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero).

Terbukti, hingga kini, PT KAI (Persero) terus menyusun dan mengimplementasikan berbagai strategi dan caranya guna memanjakan para penumpangnya agar seluruh perjalanan, baik kereta jarak jauh reguler, lokal, kereta berskema Public Services Obligation (PSO) alias bersubsidi, maupun Commuter Line, tetap aman, lancar, nyaman, dan kondusif.

Bukti terbaru, melalui anak usahanya, PT KAI (Persero) Commuter Line Indonesia (KCI), bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan dan Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Bandung, korporasi Merah Putih yang dahulu bernama Perusahaan Umum Kereta Api (Perumka) ini terus membenahi dan menyempurnakan pelayanannya di Wilayah 2 Bandung.

Caranya, KCI menambah menyempurnakan fasilitas pelayanan pada Stasiun Gadobbangkong.

Karina Amanda, Vice President Corporate Secretary PT KCI, mengemukakan, secara resmi, pihaknya mengaktifkan fasilitas pelayanan terbaru dan lebih moderen pada Stasiun Gadobbangkong.

“Ini demi keamanan, kelancaran, dan keselamatan, tidak hanya perjalanan Commuter Line, tetapi juga para penumpangnya,” tandas Karina Amanda.

Penambahan dan penyempurnaan fasilitas Stasiun Gadobbangkong tersebut, lanjut Karina Amanda, antara lain, adanya perubahan flow atau arus penumpang yang menuju Peron 1 dan Peron 2.

Sebelumnya, jelas Karina Amanda, para penumpang yang menuju Peron 1 dan Peron 2 , harus secara passenger crossing atau menyeberang jalur kereta.

“Kini, untk menuju Peron 1 dan Peron 2, para penumpang tidak lagi menyeberangi jalur kereta, tetapi menggunakan sky bridge atau Jembatan Penyeberangan Orang (JPO), seperti yang terdapat di Stasiun Bandung,” papar wanita berambut pendek ini.

Supaya arus penumpang lebih lancar dan tertib, dia meneruskan, akses para penumpang, yakni keluar-masuk stasiun terpusat pada sisi selatan Stasiun Gadobangkong.

Ruang tunggu para penumpang, tuturnya, berlokasi pada lantai 2 stasiun, yang dilengkapi beberapa fasilitas pendukung. Misalnya, ujar Karina Amanda, Musala, ruang menyusui, toilet, loket, dan water station.

Selain itu, tambah Karina Amanda, agar pelayanan Stasiun Gadobbangkong semakin sempurna, pihaknya pun mengaktifkan signage, petugas frontliner, dan Pylon Signage pada sisi jalan raya.

Tujuannya, pungkas Karina Amanda, untuk membantu dan mempermudah para penumpang menuju stasiun. (win/*)