PENTAS.TV – BANDUNG, Di antara berbagai jenis moda transportasi, kereta semakin menasbihkan posisi dan identitasnya sebagai yang paling favorit bagi masyarakat.

Bukti terbaru, selama Masa Angkutan Natal-Tahun Baru (Nataru) 2025-2026, kereta menjadi pilihan utama bagi sekitar 27 juta orang.

Dalam keterangannya, Bobby Rasyidin, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero), menginformasikan, selama Masa Angkutan Nataru 2025-2026, yakni 18 Desember 2025-4 Januari 2026, pihaknya melayanibdan mengakomodir kebutuhan transportasi bagi sebanyak 27.256.397 orang penumpang.

“Volume penumpang yang terlayani selama Masa Angkutan Nataru 2025-2026 tersebut, bertambah 7,6 persen apabila perbandingannya dengan momen sama tahun sebelumnya, yang berjumlah 25.326.114 orang penumpang,” papar mantan Direktur Utama PT Len Industri (Persero) ini.

Bobby Rasyidin menjelaskan, volume penumpang paling masif terjadi pada rangkaian Commuter Line, yang dikelola PT KAI (Persero) Commuter Line Indonesia (KCI).

Secara keseluruhan, ujarnya, volume penumpang Commuter Line di Wilayah 2 Bandung, Wilayah 6 Yogyakarta, Wilayah 8 Surabaya, dan Wilayah Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi (Jabodetabek) berjumlah 20.611.818 orang.

Rangkaian terlaris dan terfavorit selanjutnya, kata dia, adalah kereta jarak jauh dan lokal. Jumlahnya, sebut Bobby Rasyidin, yakni 4.179.095 orang.

Kemudian, lanjut dia, sebanyak 1.321.733 orang menggunakan Light Rail Transit LRT Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi (Jabodebek) selama periode Nataru 2025-2026.

Berikutnya, sahut Bobby Rasyidin, adalah rangkaian yang dikelola PT KAI (Persero) Bandara. Total, ungkapnya, selama 18 Desember 2025-4 Januari 2026, PT KAI (Persero) melayani sebanyak 411.955 orang penumpang.

Lalu, imbuhnya, penumpang yang memilih LRT Sumatera Selatan (Sumsel) dan Kereta Wisata, masing-masing berjumlah 321.105 orang serta 24.460 orang

Bagaimana dengan Kereta Cepat Jakarta-Bandung KCJB alias Whoosh?

Bobby Rasyidin membeberkan, selama Masa Angkutan Nataru 2025-2026, kereta super ekspres yang dikelola PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) itu, melayani sebanyak 362.979 orang penumpang.

“Sedangkan sebanyak 23.252 orang lainnya, memanfaatkan kereta Trans Sulawesi (Makassar-Parepare),” tutur Bobby Rasyidin. (win/*)