PENTAS.TV – BANDUNG, Sebuah keniscayaan mutlak bagi setiap korporasi berlabel Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk senantiasa menorehkan performa serta kinerja apik dan mentereng.
Tentunya, hal itu sangat berlaku bagi perbankan yang tergabung dalam Himpunan Bank Negara (Himbara), PT Bank Mandiri Tbk (Persero).
Karena itu, berkat penerapan berbagai strategi, korporasi perbankan berkode emiten BMRI tersebut melanjutkan keberhasilannya membukukan kinerja mentereng.
Bukti terbaru, PT Bank Mandiri Tbk Persero semakin tajir dan kaya raya. Penyebabnya, pada November 2025, perbankan berlogo pita emas ini membukukan laba bersih bank only yang secara bulanan, bertambah 28,7 persen.
Dalam keterangannya, Novita Widya Anggraini, Direktur Finance and Strategy PT Bank Mandiri Tbk (Persero), mengemukakan, pencapaian positif tersebut ditopang pergerakan positif sejumlah aspek.
Antara lain, sebut dia, Interest Income alias Pendapatan Bunga, yang pada November 2025, bertambah 9,5 persen secara tahunan.
Bertambahnya Interest Income tersebut, tutur ya, dipengaruhi oleh perkembangan positif penyaluran kredit atau pembiayaan.
Hingga akhir November 2025, beber Novita Widya Anggraini menyatakan, pihaknya menyalurkan kredit atau pembiayaan bernilai jumbo. Nominalnya, ucap dia, Rp1.452 triliun.
“Perbandingannya dengan pencapaian periode sama tahun lalu, bertambah 13,1 persen,” ungkapnya.
Masifnya nilai penyaluran kredit atau pembiayaan tersebut, kata dia, diimbangi oleh perkembangan positif rasio Non-Performing Loan (NPL). Posisi rasio NPL pada November 2025, sangat positif, yakni, 0,99 persen.
“Selain itu, beban bunga pun berkurang sejak triwulan II 2015,. Kami mencatat, posisi beban bunga pada November 2025, yaknk Rp3,6 triliun,” ujarnya.
Berdasarkan kalkulasi secara triwulanan, sambung dia, beban bunga pun pada akhir triwulan III 2025, terkikis 1,7 persen.
Prediksinya, sambung dia, hingga akhir tahun, beban bunga terus berkurang hingga periode 2025 berakhir.
Raupan laba bersih bank only itu pun,.tambahnya, disokong perolehan Fee Based Income alias pendapatan non-bunga, yang pada November 2025, bertambah 12,1 persen secara tahunan.
“Transaksi digital dan adanya program solusi finansial berkonsep kebutuhan para nasabah, berperan besar dalam hal bergeliatnya perolehan fee based income,” urainya.
Secara tahunan, beber dia, pada November 2025, pihaknya membukukan perolehan Fee Based Income yang lebih banyak 14 persen daripada realisasi periode sama 2024.
Lantas, bagaimana soal pengelolaan Dana Pihak Ketiga (DPK)?
Menanggapi hal itu, Novita Widya Anggraini menyampaikan, hingga berakhirnya bulan ke-11 tahun ini, pihaknya mengelola DPK yang secara tahunan, bertambah 15,9 persen atau bernilai Rp1.584 triliun.
Tidak hanya gacornya penyaluran kredit dan semakin kuatnya kepercayaan masyarakat, yang indikasinya tercermin pada bertambahnya nominal DPK, performa apik perbankan Merah Putih lainnya yakni semakin bertambahnya kekayaan mereka.
Novita Widya Anggraini membeberkan, hingga November 2025, pihaknya memiliki kekayaan berupa aset yang nilainya fantastis.
Angkanya, ucap dia, pada level Rp2.120 triliun (bank only). Nominal tersebut, sahutnya, apabila perbandingannya dengan realisasi periode sama tahun sebelumnya, lebih banyak 14,6 persen.(win/*)














