PENTAS.TV – BANDUNG, Sebagai korporasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor jasa keuangan, tentunya, PT Bank Mandiri Tbk (Persero) mengusung sebuah misi akbar. Yaitu, turut berkontribusi bagi perekonomian nasional.

Karenanya, membukukan performa apik dan mentereng merupakan keniscayaan mutlak bagi perbankan berlogo pita emas tersebut .

Lalu, bagaimana pencapaian PT Bank Mandiri Tbk (Persero) hingga periode 2025 berakhir?

Hingga Desember 2025, PT Bank Mandiri Tbk (Persero) terus menunjukkan performa dan kinerja cemerlang.

Itu karena perbankan yang tergabung dalam Himpunan Bank Negara (Himbara) tersebut sukses meraup laba bersih konsolidasi bernilai jumbo.

Selain itu, kekayaan PT Bank Mandiri Tbk (Persero), yakni berupa aset, semakin berlimpah ruah.

Kepada media, Riduan, Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk (Persero), mengemukakan, hingga akhir Desember 2025, secara konsolidasi, pihaknya meraup laba bersih bernominal Rp56,3 triliun.

“Perbandingannya dengan perolehan laba pada akhir Desember 2024, yang nilainya Rp55,78 triliun, bertambah 0,993 persen,” tandas Riduan.

Riduan melanjutkan, perolehan laba bersih tersebut berkat pencapaian apik beberapa lini bisnis.Di antaranya, penyaluran kredit.

Hingga periode 2025 berakhir, ungkap Riduan, pihaknya menyalurkan kredit atau pembiayaan, yang secara konsolidasi, bernilai Rp1.895 triliun, atau secara tahunan, melejit 13,4 persen.

Selain itu, selama 2025 pun, kata dia, pihaknya menyalurkan program pembiayaan pemerintah berbentuk Kredit Usaha Rakyat (KUR),, yang nominalnya Rp41 triliun bagi sekitar 360 ribu debitur segmen Usaha Mikro-Kecil-Menengah (UMKM) sektor produktif.

Tentu saja, tegas dia, penyaluran-penyaluran kredit, termasuk KUR, tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan berprinsip Good Corporate Governance (GCG).

Moncernya penyaluran pembiayaan tersebut, tambah dia, juga diimbangi oleh pergerakan positif rasio Non-Performing Loan (NPL) Gross, yang pada Desember 2025, levelnya 0,96 persen.

Selain kredit yang gacor, ucap dia, performa apik lainnya juga tercermin pada realisasi Net Interest Income (NII) alias pendapatan bunga bersih.

Hingga akhir bulan ke-12 tahun lalu, sahutnya sambungnya, pihaknya meraup NII bernilai Rp106 triliun.

Tidak itu saja, tambah dia, hhi gga akhir Desember 2025, pihaknya juga membukukan Non-Interest Income atau pendapatan non-bunga, yang nominalnya Rp48,5 triliun atau bertambah 14,5 persen secara tahunan.

Tentu saja, pencapaian positif tersebut juga memperkuat kepercayaan publik. Terbukti, hingga periode Desember 2025 berakhir, perbankan berkode emiten BMRI tersebut mengelola Dana Pihak, Ketiga (DPK) bernilai masif

“Hingga akhir 2025, kami mengelola DPK bernominal Rp2.105,8 triliun, lebih banyak 23,9 persen daripada realisasi akhir Desember 2014,” papar Riduan.

Kelolaan DPK bernilai Rp1.431,4 triliun di antara ya, imbuh dia, berupa Current Account-Saving Account (CASA) alias dana murah, yang terdiri atas tabungan dan giro.

“Nominal pengelolaan CASA pada 2025 tersebut bertambah 12,6 persen secara tahunan,” sebut Riduan.

Berkat menterengnya kinerja tersebut, pundi-pundi kekayaannya PT Bank Mandiri Tbk (Persero), yakni berupa aset, semakin berlimpah.

Hingga Desember 2025, pungkasnya, pihaknya memiliki aset bernilai total Rp2.829,9 triliun, melesat 16,6 persen secara tahunan. (win /*)