PENTAS.TV – BANDUNG, Bagi banyak kalangan dan sektor ekonomi, Januari-Desember 2025 merupakan periode yang tidaklah ringan dan penuh tantangan.

Kendati demikian, ternyata, pada 2025, industri perbankan nasional berhasil membukukan performa dan kinerja apik.

Kepada media, Perry Warjiyo, Gubernur Bank Indonesia (BI), mengklaim bahwa pada Januari-Desember 2025, perbankan nasional menunjukkan kecerlangan kinerjanya.

Satu indikatornya, ujar Perry Warjiyo, yakni tercermin pada realisasi penyaluran kredit atau pembiayaan.

“Selama 2025, penyaluran kredit perbankan bertambah 9,69 persen secara tahunan,” tandas Perry Warjiyo.

Artinya, jelas dia, realisasi penyaluran kredit perbankan itu masih termasuk dalam prediksi jajarannya, yang pada awal 2025, mengestimasikannya sebesar 8-11 persen secara tahunan.

Secara rinci, Perry Warjiyo menjelaskan, bergeliatnya penyaluran pembiayaan perbankan 2025 itu mencakup kredit investasi, yang bergairah 21,06 persen secara tahunan.

Lalu, lanjutnya, kredit modal kerja, yang lebih banyak 4,52 persen daripada realisasi 2024. Kemudian, kata dia, kredit konsumsi, yang pergerakan positifnya pada level 6,58 persen secara tahunan.

Hingga Desember 2025, ungkap dia, sebenarnya para pelaku usaha berpeluang melakukan ekspansi bisnisnya.

Yakni, ucapnya, melalui pemanfaatan Undisbursed Loan, alias fasilitas pembiayaan yang belum termanfaatkan, bernilai Rp2.439,2 triliun, setara 22,12 persen ketersediaan plafon kredit.

Indikator apiknya performa perbankan berikutnya, tambah Perry Warjiyo, yakni bergeliat nya pengelolaan Dana Pihak Ketiga (DPK).

Secara tahunan, pengelolaan DPK oleh perbankan nasional, bertambah 13,83 persen lebih banyak daripada akhir periode 2024.

Bagaimana soal rasio-rasio lainnya?

Perry Warjiyo membeberkan, pada November 2025, perbankan nasional memiliki Capital Adequacy Ratio (CAR) atau rasio kecukupan modal yang sehat, yakni 26,05 persen.

Sama halnya dengan rasio Non-Performing Loan (NPL). Secara agregat, imbuhnya, rasio NPL Gross perbankan pada akhir November 2025 yakni 2,21 persen. “Sedangkan rasio NPL Net pada level 0,86 persen,” sahutnya.

Melihat pergerakan positif itu, Perry Warjiyo memprediksi, tahun ini, penyaluran kredit atau pembiayaan perbankan bertambah 8-12 persen lebih banyak daripada 2025. (win /*)