PENTAS.TV – BANDUNG, Publik tanah air, khususnya Jabar, patut bangga memiliki korporasi-korporasi kelas wahid dan global seperti PT Len Industri (Persero).

Pasalnya, korporasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang menjadi holding company industri pertahanan nasional, DEFEND.ID, ini memperoleh kepercayaan Italia.

Bagaimana ceritanya?

Sebagai korporasi yang fokus pada perkembangan teknologi, sebuah korporasi Italia, ELDES S.r.l., yang berfokus pada sistem radar untuk meteorologi dan pertahanan, mempercayakan proses perakitan ulang Mobile Cuaca Respons Cepat (MCRC) alias radar pemantau cuaca berteknologi canggih, yang digunakan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Dalam perjalanannya, korporasi Merah Putih yang bermarkas di Jalan Soekarno-Hatta 442 Bandung itu bekerja sama dengan Badan Meteorologi-Klimatologi-Geofisika (BMKG).

Bentuknya, PT Len Industri (Persero) memperoleh mandat BMKG untuk perbaikan dan perawatan MCRC.

Berkaitan dengan hal tersebut, ada nisi yang diemban PT Len Industri (Persero). Yakni, sebagai daya dukung operasional BMKG memantau perkembangan cuaca, termasuk pada momen Natal-Tahun Baru (Nataru) 2025-2026.

Dalam keterangannya, Joga Dharma Setiawan, Direktur Utama PT Len Industri (Persero), mengemukakan, kepercayaan tersebut membuktikan bahwa secara teknis, industri nasional berkenaan dengan pengelolaan teknologi kritikal memperoleh pengakuan global.

Tidak itu saja, lanjutnya, kepercayaan tersebut pun bisa menjadi pemicu proses pemerkuatan ekosistem industri strategis nasional, yang memanfaatkan seluruh sumber daya dan kompetensi nasional.

Dia menilai seluruh proses tersebut menjadi bukti bahwa pihaknya sangat serius untuk lebih berkontribusi, tidak hanya mendukung, tetapi juga mengimplementasikan kebijakan nasional, khususnya, kemandirian teknologi yang bersifat public service.

Soal perbaikan, dan perawatan MCRC, Joga Dharma Setiawan menuturkan, seluruh prosesnya secara profesional dan terkoordinasi dengan fasilitas yang dimiliki ELDES S.r.l di Negeri Pizza.

“Sedangkan proses perakitan dan uji cobanya berlangsung di Indonesia oleh tim teknis kami. Lokasinya, area fasilitas yang kami miliki,” tandas Joga Dharma Setiawan.

Tentunya, tegas dia, pihaknya menerapkan standar teknis dan mutu sesuai spesifikasi. Pihaknya pun, sambungnya, mengutamakan aspek keselamatan kerja selama proses-proses perakitan ulang bergulir.

Joga Dharma Setiawan berpendapat, proses perakitan, perbaikan, dan perawatan tersebut termasuk upaya berkelanjutan. Utamanya, kata dia, memperkuat pola substitusi impor.

“Lalu, memperkokoh penguasaan teknologi, termasuk rantai dan nilai tambah serta daya saing industri nasional,” paparnya.

Setelah seluruh proses tuntas, sambungnya, pihaknya menempatkan MCRC pada titik yang menjadi Pos Komando Nataru 2025-2026 BMKG. Yakni, ujar dia, Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati Majalengka.

Penempatan MCRC di BIJB, sahutnya, bukan tanpa alasan. Selain memantau cuaca, terangnya, juga sebagai fasilitas untuk memonitor transportasi udara.

Aktivitas selanjutnya selain MCRC, beber Joga Dharma Setiawan, pihaknya juga melakukan perawatan Sprinter, fasilitas mobilitas BMKG, yang operasionalnya pada titik yang menjadi bagian Poko Nataru 2025-2026, Kilo Meter (KM) 166. (win/*)