PENTAS TV – BANDUNG, Sepertinya, prediksi ya g menyatakan bahwa mobilitas masyarakat pada periode Ramadan-Idul Fitri 2026 lebih masif daripada kondisi normal.

Satu indikatornya tercermin pada laris manisnya penjualan tiket kereta untuk perjalanan selama Masa Angkutan Idul Fitri 2026, yang bergulir 11 Maret-1 April 2026.

Seusai Apel Gelar Pasukan Pos Komando (Posko) Angkutan Idul Fitri 2026 di halaman Stasiun Bandung, Hendra Wahyono, Executive Vice President PT KAI (Persero) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung, mengatakan, pada periode Masa Angkutan Idul Fitri 2016, di wilayah kerjanya, pihaknya menyediakan 345.840 lembar tiket, sesuai kapasitas yang tersedia, atau rata-rata 15.720 lembar tiket per hari.

Belasan ribu lembar tiket tersebut, jelasnya, mencakup 28 perjalanan kereta jarak jauh setiap harinya.

“Terdiri atas, 24 perjalanan kereta jarak jauh reguler plus empat perjalanan kereta tambahan” ujar Hendra Wahyono.

Empat kereta tambahan itu, tutur dia, meliputi dua Lodaya Tambahan (Bandung-Solo Balapan pp), kereta rute Kiaracondong-Surabaya Gubeng, dan Kutojaya Selatan Tambahan (Kiaracondong-Kutoarjo).

Hendra Wahyono membeberkan, hingga 12 Maret 2026, sebanyak 233.872 orang penumpang memiliki tiket keberangkatan dari wilayah kerjanya ke berbagai titik tujuan.

“Jumlah tiket yang terjual itu setara 67,6 persen total alokasi. Artinya, ketersediaan tiket masih cukup berlimpah, sekitar 32,4 persen lagi,” paparnya.

Hendra Wahyono meneruskan, pemberlakuan tarif diskon 30 persen pun direspon publik secara positif. Indikatornya, sahut dia, realisasi penjualannya, yang berjumlah 53.462 lembar.

Rute terfavorit pada periode Masa Angkutan Idul Fitri 2026, antara lain, Kahuripan (Kiaracondong-Blitar), Kereta Tambahan rute Kiaracondong-Surabaya Gubeng, dan Cikuray (Garut-Bandung Pasarsenen).

Lalu, lanjutnya, Kutojaya Selatan (Kiaracondong-Kutoarjo), Malabar (Bandung-Malang), , serta Harina (Bandung-Semarang-Pasarturi Surabaya).

Dalam hal infrastruktur pelayanan, pada periode 11 Maret-1 April 2026, pihaknya menyiapkan 54 stasiun secara lebih optimal.

“Lima stasiun menyediakan fasilitas pembatalan pembelian tiket. Di antaranya, Stasiun Bandung,” lanjutnya.

Stasiun-stasiun itu, sambungnya, dilengkapi beberapa fasilitas pendukung. Misalnya, sebut dia , Face rRcognition di Stasiun Bandung dan Kiaracondong untuk mempermudah proses boarding.

Pihaknya juga, tambahnya, menyiagakan dan mengaktifkan armada yang laik operasional. Yakni, ungkapnya, sebanyak 31 unit lokomotif, 241 unit kereta, plus empat 4 trainsetKereta Rel Disel Elektrik (KRDE).

“Seluruh sarana itu melalui proses pemeriksaan, perawatan, dan pemeliharaan secara rutin dan berkala,” urai Hendra Wahyono.

Demi keamanan dan keselamatan perjalanan, Hendra Wahyono menginformasikan, pada Masa Angkutan Idul Fitri 2026, pihanyab mengakrifkan dan menyiagakan 154 petugas ekstra.

Meliputi, sebutnya, 58 petugas pemeriksa jalur, 57 petugas penjaga perlintasan, serta 35 petugas penjagaan daerah pantauan khusus (Dapsus).

Jumlah itu, tuturnya, belum termasuk 14 petugas Customer Service Mobile yang penempatannya pada stasiun-stasiun utama seperti Cimahi, Bandung, Kiaracondong, dan Tasikmalaya.

Selain itu, tambahnya, pihaknya juga mengerahkan 778 personel petugas keamanan. Mereka, terangnya, mencakup 698 personel Kepolisian Khusus Kereta (Polsuska) dan petugas security.

“Kami juga melibatkan 19 personel plus 61 personel pengamanan eksternal. Ada juga pelayanan kesehatan yang tersebar pada 12 lokasi posko (pos komando) kesehatan,” bebernya

Yang tidak kalah pentingnya, tegas Hendra Wahyono, secara intensif, pihaknya memonitor 55 titik Daerah Pemantauan Khusus (Dapsus) alias rawan bencana hidrometeorologi, seperti longsor, banjir, dan sebagainya. (win/*)