PENTAS.TV – BANDUNG, Seperti yang terprediksi sejak awal, pada Masa Angkutan Idul Fitri 2026, volume penumpang kereta jarak jauh benar-benar tumpah ruah. Satu buktinya terjadi di Wilayah 2 Bandung.

Kuswardoyo, Manager Hubungan Masyarakat (Humas) PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung mengungkapkan, pada 11-22 Maret 2026 atau selama 12 hari Masa Angkutan Idul Fitri tahun ini bergulir, secara kumulatif, volume penumpang kereta jarak jauh berjumlah 414.919 orang.

“Terdiri atas 213.359 orang penumpang yang berangkat dari titik-titik pemberangkatan di Wilayah 2 Bandung, dan 201.560 orang yang tiba di wilayah kerja kami,” tandas Kus, sapaan akrabnya.

Khusus H1 dan H2 Idul Fitri 2026 atau 21-22 Maret 2026, lanjut mantan Manager Humas PT KAI (Persero) Daop 3 Cirebon tersebut, pihaknya melayani sebanyak 94.470 orang penumpang.

Selama H1 dan H2 Idul Fitri 2026 tersebut, sambung Kus, sebanyak 47.807 orang merupakan para penumpang yang bertolak dari wilayah kerjanya ke berbagai titik tujuan.

Sisanya, lanjut dia, adalah kedatangan sebanyak 46.663 orang penumpang di seluruh stasiun wilayah kerjanya.

“Pada H1 Idul Fitri 2026, kami melayani sebanyak 40.162 orang penumpang. Yang berangkat berjumlah 20.743 orang. Yang tiba sebanyak 19.419 orang,” beber mantan Manager Humas PT KAI Persero Daop 7 Madiun itu.

Sedangkan pada H2 Idul Fitri 2026, tambah Kus, volume penumpang yang pihaknya akomodir, lebih banyak, yaitu berjumlah 54.308 orang.

Pada 22 Maret 2026, imbuh Kus, sebanyak 27.064 orang bepergian menggunakan kereta dari wilayah kerjanya menuju sejumlah-kota tujuan, baik arah timur maupun barat.

Penumpang yang tiba di Wilayah 2 Bandung pada H2 Idul Fitri 2026, tambah mantan Manager Public Relations Light Rail Transit LRT Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi (Jabodebek) ini, berjumlah 27.244 orang.

Bagaimana dengan perkembangan volume penumpang pada 23 Maret 2026 atau H+1 Idul Fitri tahun ini?

Kus menjawab, pada H+1 Idul Fitri 2026, volume penumpang kereta jarak jauh yang pihaknya layani sebanyak 48.758 orang

Jumlah itu, terangnya, meliputi keberangkatan sebanyak 24.253 orang penumpang dan kedatangan 24.305 orang penumpang.

Stasiun Bandung, sambung dia, pada 23 Maret 2026, masih menjadi titik tersibuk melayani keberangkatan dan kedatangan penumpang.

“Pada periode itu, sebanyak 6.725 orang menjadikan Stasiun Bandung sebagai titik keberangkatannya. Sebanyak 7.588 orang penumpang lainnya, memilih Stasiun Bandung sebagai titik tujuan,” papar Kus.

Titik tersibuk lainnya, tambah Kus, adalah Stasiun Kiaracondong. Pada 23 Maret 2016, stasiun ini melayani keberangkatan sebanyak 4.348 orang penumpang dan kedatangan yang jumlahnya 4.514 orang. (win/*)