PENTAS.TV – BANDUNG, Seperti tahun-tahun sebelumnya, pada periode Masa Angkutan Idul Fitri 2026, berbagai kebutuhan, termasuk mobilitas masyarakat, sepertinya, lebih intens daripada kondisi normal.
Mengacu pada hal tersebut, anak usaha korporasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor transportasi publik, PT Kereta Api Indonesia ( KAI) (Persero) , yaitu PT KAI (Persero) Commuter Line Indonesia (KCI), memprediksi pada periode Masa Angkutan Idul Fitri 2026, volume penumpang Commuter Line, khususnya di Wilayah 2 Bandung, lebih banyak 2 persen daripada periode sama 2025.
“Perkiraan kami, volume penumpang selama Masa Angkutan Idul Fitri tahun ini, yakni 11 Maret-1 April 2026, berjumlah 1.366.941 orang atau bertambah 2 persen secara tahunan,” tandas Karina Amanda, Vice President Corporate Secretary PT KCI, di Stasiun Bandung, belum lama ini.
Agar seluruh kebutuhan mobilitas dan transportasi masyarakat secara terlayani serta terakomodir selama Masa Angkutan Idul Fitri 2026 di Wilayah 2 Bandung, Karina Amanda mengungkapkan, pihaknya mengaktifkan 57 perjalanan Commuter Line per hari.
Adalah rangkaian Commuter Line Bandung Raya (Padalarang-Cicalengka pp), ujarnya, menjadi yang paling banyak jadwal perjalanannya, yaitu 37 kali setiap harinya.
Lalu, kata dia, sebanyak 10 perjalanan per hari berikutnya adalah Commuter Line Walahar (Purwakarta-Cikampek pp).
Demi terakomodirnya kebutuhan transportasi masyarakat di wilayah Garut, Karina Amanda menuturkan, pihaknya pun mengaktifkan 8 jadwal perjalanan Commuter Line Garut (Garut-Bandung-Purwakarta pp).
Selain itu, lanjutnya, setiap harinya, pihaknya juga mengaktivasi 4 perjalanan Commuter Line Jatiluhur (Cikarang-Cikampek pp).
Karena termasuk moda transportasi terfavorit, pada Masa Angkutan Idul Fitri 2026, sambung wanita berambut pendek ini, pihaknya menyediakan tiket dalam jumlah masif, sesuai kapasitas dan ketersediaan tempat duduk. Yakni, ujarnya, berjumlah 930.468 lembar.
Artinya, jelas Karina Amanda, setiap harinya, ada sebanyak 42.294 lembar tiket, yang tersedia, sesuai kapasitas atau ketersediaan tempat duduk.
Tentunya, tegas Karina Amanda, pihaknya berkomitmen kuat untuk senantiasa melayani dan mengakomodir kebutuhan para penumpangnya secara optimal.
Caranya, beber dia, di antaranya, mengerahkan dan menyiagakan 697 petugas frontliner. Terdiri atasi petugas loket, passenger service, paramedis, Pengawalan Kereta (Walka), dan pengamanan stasiun (PAM).
“Termasuk pengerahan petugas kebersihan dan petugas posko (pos komando) wilayah,” tutur Karina Amanda.
Kiat selanjutnya, tambah dia, menata, menambah, dan melengkapi fasilitas pada beberapa titik. Misalnya toilet portable, tenda, dan kursi tunggu tambahan.
Demi keamanan, keselamatan, dan kelancaran arus para penumpang, Karina Amanda menyatakan, bersama Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan (Kemenhub, pihaknya pun mengaktifkan fasilitas infrastruktur baru pada Stasiun Gadobbangkong dan Cimahi, yaitu berupa The Sky Bridge.
Tidak hanya The Sky Bridge, sahutnya, pihaknya pun memasang dan mengaktifkan The Closed Circuit Television (CCTV), sebagai fasilitas pemantauan keamanan di area sekitar stasiun. (win/*)














