PENTAS.TV – BANDUNG, Memang, periode Idul Fitri tahun ini berakhir, yakni pada 21-22 Maret 2026. Meski demikian, mobilitas masyarakat masih terasa hingga H+2 Idul Fitri atau 24 Maret 2026.
Indikatornya, masih berjubelnya volume penumpang kereta di seluruh daerah, khususnya Wilayah 2 Bandung.
Berdasarkan data, selama 11-22 Maret 2026 Masa Angkutan Idul Fitri tahun ini, yang bergulir 11 Maret-1 April 2026, , PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung melayani sebanyak 414.919 orang penumpang.
Kuswardoyo, Manager Hubungan Masyarakat (Humas) PT KAI (Persero) Daop 2 Bandung, mengiyakan bahwa volume penumpang kereta jarak jauh di Wilayah 2 Bandung masih bertambah, baik keberangkatan maupun kedatangan.
Pada 23 Maret 2026, ujarnya, volume penumpang kereta jarak jauh berjumlah 48.758 orang. “Cakupannya, sebanyak 24.253 orang yang berangkat, dan 24.305 orang lainnya tiba di wilayah kerja kami,” tandasnya.
Lalu, pada 24 Maret 2026, volume penumpang yang pihaknya layani dan akomodir lebih banyak daripada sehari sebelumnya, yaitu 48.815 orang.
Volume keberangkatan penumpang pada 24 Maret 2026, ujarnya, sebanyak 24.712 orang. Sedangkan jumlah penumpang yang tiba di Wilayah 2 Bandung, sambungnya, yakni 24.103 orang.
Soal tiket, Kus, sapaan akrabnya menyampaikan, hingga kini, sebanyak 351.252 lembar tiket habis terjual.
Artinya, jelas dia, realisasi penjualan tiket tersebut sedikit melebihi kapasitas, yang jumlahnya 345.840 seat.
Kondisi ini terjadi, terangnya, karena perkembangan volume penumpang kereta jarak jauh bersifat dinamis.
Pada sisi lain, mantan Manager Humas PT KAI (Persero) Daop 3 Cirebon itu mengungkapkan, di wilayah kerjanya, ada rangkaian kereta lokal yang tampil sebagai paling laris dan favorit selama periode Masa Angkutan Idul Fitri 2026.
Yaitu, sebutnya, Siliwangi (Cipatat-Sukabumi pp), kereta lokal yang berskema Public Services Obligation (PSO) alias bersubsidi.
Secara rata-rata, ucapnya, load factor atau okupansi Siliwangi, yang bertarif sangat terjangkau, yaitu Rp5.000 per orang, pada periode 11-24 Maret 2026 yakni 93 persen.
“Bahkan, pada H+1 atau 23 Maret 2026, okupansinya 201 persen,” sahut mantan Manager Public Relations Light Rail Transit (LRT) Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi (Jabodebek) ini.
Kala itu, beber dia, sebanyak 2.563 orang penumpang dan 1.949 orang lainnya, memilih Siliwangi, yang terdiri atas 6 perjalanan per hari, sebagai fasilitas transportasi keberangkatan mereka dari Stasiun Cianjur serta Cipatat.
Mantan Manager Humas PT KAI Persero Daop 7 Madiun itu menegaskan, pihaknya terus berkomitmen untuk menyempurnakan pelayanannya, tidak hanya kereta jarak jauh reguler, tetapi juga lokal. (win/*)














