OJK: Jutaan UMKM Jabar Terima Dana Kredit Perbankan Ratusan Triliun, Kota Bandung Paling Jumbo Nominalnya, KUR Apa Kabarnya?
PENTAS.TV – BANDUNG, Sejatinya, banyak sektor yang punya peran penting untuk menunjang bergeliatnya perekonomian. Satu di antaranya, adalah sektor Usaha Mikro-Kecil-Menengah (UMKM).
Bahkan, banyak kalangan menilai UMKM merupakan sektor yang paling tangguh. Terbukti, ketika terjadi krisis, seperti saat pandemi Covid-19, sektor UMKM sanggup survive alias bertahan.
Karena itu, pemerintah bersama sejumlah lembaga, di antaranya perbankan, baik yang berlabel perbankan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun swasta, menyusun dan mengimplementasikan berbagai strateginya demi bergairahnya UMKM di berbagai wilayah, termasuk Jabar.
Satu caranya, melalui penyaluran kredit UMKM dan Kredit Usaha Rakyat (KUR)
Seperti apa perkembangan penyaluran kredit UMKM dan KUR di Tatar Pasundan?
Dalam keterangannya, Darwisman, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jabar, menyatakan, Jabar termasuk provinsi yang berkontribusi positif berkenaan dengan kredit UMKM dan KUR.
“Hingga Januari 2026, total kredit UMKM di Jabar yang disalurkan perbankan bernilai Rp186 triliun. Nominal itu setara dengan 12,51 persen total penyaluran kredit UMKM secara nasional,” tandas Darwisman
Penyaluran kredit UMKM hingga awal 2026 tersebut, lanjut Darwisman, mencakup sekitar 3,5 juta number of account atau nomor rekening debitur UMKM.
Darwisman mengungkapkan, Kota Bandung menjadi daerah penerima kredit UMKM paling masif nominalnya hingga Januari 2026. Angkanya, sebut dia, yaitu Rp25,05 triliun.
Kabupaten Bekasi menjadi daerah penerima kredit UMKM termasif selanjutnya. Angkanya, kata dia, yakni Rp16,80 triliun.
Kemudian, sambungnya, ada Kabupaten Bogor, yang nominal penyaluran kredit UMKM-nya senilai Rp15,45 triliun.
Berikutnya, ujar dia, adalah Kabupaten Bandung dan Kota Bekasi. “Nilai penyaluran kredit UMKM di dua daerah tersebut masing-masing Rp13,45 triliun dan Rp12,41 triliun,” tuturnya.
Secara tidak langsung, tukas Darwisman, masifnya nilai penyaluran di lima kota tersebut melabeli wilayah-wilayah itu sebagai trigger kredit UMKM serta sentra perkembangan ekonomi Jabar.
Realisasi pembiayaan di Jabar lainnya yang juga bergeliat positif, tambah Darwisman, yakni program KUR.
Dia menginformasikan, hingga Januari 2026, di Jabar, pemerintah, melalui sejumlah korporasi perbankan, outstanding peenyalurkan KUR bernominal Rp2,94 triliun.
Triliunan rupiah dana KUR tersebut, beber dia, dimanfaatkan 48.342 pelaku usaha. Mayoritas penyaluran KUR, yakni sebesar 60,28 persen, imbuhnya, berskema Mikro.
Darwisman menambahkan, sedikit berbeda dengan penyaluran kredit UMKM, daerah penerima KUR paling masif adalah Kabupaten Bogor. “Nilainya Rp266,87 miliar,” ujar dia.
Nilai penyaluran KUR terbanyak selanjutnya, sahut dia, yakni Kabupaten Bekasi. Angkanya Rp235,04miliar.
Posisi ketiga daerah penerima penyaluran KUR termasif di Jabar, kata Darwisman, adalah Kabupaten Bandung sejumlah Rp220,02 miliar.
“Selanjutnya, yakni Kabupaten Garut dan Kota Bandur, masing-masing bernominal Rp181,37 miliar serta Rp166,67 miliar,” tutup Darwisman. (win)

