PENTAS.TV – BANDUNG, Sepertinya, kiprah korporasi perbankan berlabel Badan Usaha Milik Negara (BUMN) layak menyandang “Rajanya” Kredit Pemilikan Rumah (KPR), yakni PT Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk (Persero).
Pasalnya, korporasi perbankan yang tergabung dalam Himpunan Bank Negara (Himbara) ini merupakan pionir penyalur KPR, yakni sejak 1976.
Berapa banyak nilai KPR yang disalurkan PT BTN Tbk (Persero) hingga kini?
Selama hampir setengah abad, yakni 1976-2025, nilai KPR yang disalurkan PT BTN Tbk (Persero) sangat fantastis, yakni Rp555,11 triliun. Nominal tersebut untuk membiayai pembelian sebanyak 5,97 juta unit rumah.
Mayoritas penyaluran KPR, yakni berskema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) alias bersubsidi.
Dalam keterangannya, Nixon LP Napitupulu, Direktur Utama PT BTN Tbk (Persero), mengemukakan, perbankan yang pertama kali hadir pada 9 Februari 1950 ini punya catatan sejarah luar biasa berkenaan dengan pemenuhan kebutuhan perumahan masyarakat.
Selama hampir 50 tahun, lanjut mantan Corporate Secretary PT Bank Mandiri Tbk (Persero) ini, pihan ya menggelontorkan Rp300,99 triliun berupa KPR FLPP, yang mencakup 4,4 juta unit rumah.
“Terdiri atas KPR konvensional bernilai Rp258,27 triliun bagi sebanyak 4,06 juta unit rumah. Sisanya, Rp42,72 triliun adalah KPR berbasis syariah, yang meliputi 338.097 unit rumah,” papar Nixon LP Napitupulu.
Sedangkan penyaluran KPR non-FLPP, sambung Nixon LP Napitupulu, hingga kini, nominalnya Rp218,57 triliun yang cakupannya bagi sebanyak 1,3 juta unit.
Rinciannya, jelas dia, KPR non-FLPP konvensional bernilai Rp191,46 triliun untuk 1,18 juta unit rumah. Lalu, kata dia, KPR non-FLPP Syariah bernominal Rp27,1 triliun bagi 125.410 unit rumah. (win/*)














