PENTAS.TV – BANDUNG, Hanya dalam hitungan hari, umat muslim di tanah air segera menunaikan kewajibannya, yakni berpuasa selama Ramadan 2026.
Selain itu, dalam waktu yang hampir bersamaan, di negeri ini pun berlangsung perayaan Tahun Baru Imlek 2026.
Tentunya, pada dua momen tersebut, tidak tertutup kemungkinan, kebutuhan pangan lebih masif daripada hari-hari biasa atau kondisi normal lainnya.
Meski demikian, publik tidak perlu merisaukan kemungkinan berkurangnya stok atau pasokan beras. Apa sebabnya?
Pada periode Ramadan-Idul Fitri 2016 dan Imlek 2026, korporasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor pangan, Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog), menggaransi bahwa stok dan pasokan Cadangan Beras Nasional (CBP) dalam kondisi berlimpah serta mumpuni.
Dalam keterangannya, Andi Afdal, Direktur Operasi Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog), menyatakan, masyarakat tidak perlu khawatir bahwa stok CBP berlimpah sehingga bisa memenuhi kebutuhan pangan selama periode Ramadan-Idul Fitri dan Imlek tahun ini.
Saat ini, ungkap Andi Afdal, volume CBP yang pihak ya kelola dan simpan pada seluruh jaringan gudang penyimpanan, bervolume sangat masif, yakni sekitar 3,4 juta ton.
“Selain itu, ketersediaan gula pasir dan minyak goreng pun, In Syaa Allah, mencukupi kebutuhan masyarakat selama dua periode tersebut,” tandas Andi Afdal.
Demi mempermudah masyarakat mengakses dan memperoleh komoditas pangan dalam harga ya g lebih terjangkau, pihaknya memperkuat sinergi dengan para stakeholder, termasuk Badan Pangan Nasional (Bapanas), pemerintah, mula level pusat, provinsi, sampai kota-kabupaten.
Bentuk sinergi itu, kata dia, di antaranya, pihaknya aktif dan turut berperan dalam agenda pemerintah, yaitu Gerakan Pangan Murah (GPM) yang bergulir serentak di seluruh wilayah tanah air
Andi Afdal mengemukakan, agar pelaksanaan GPM, yang berlangsung secara masif, lebih efektif, efisien, tepat sasaran, dan optimal, agenda pangan nasional itu bergulir di ribuan lokasi.
“Ada sebanyak 1.218 titik pelaksanaan GPM serentak ini . RIbuan titik itu tersebar di seluruh wilayah Indonesia,” ujarnya.
Andi Afdal menuturkan, program GPN termasuk cara dan upaya pemerintah, sekaligus bukti nyata jajarannya untuk terus pro-aktif memperkuat stabilitas dan ketahanan pangan nasional, baik harga, pasokan, maupun ketersediaan. (win/*)













